ULUNNA i Kaco tiuya-uya, kadang menggeleng kanan kiri. Kadang pula aro-aro anna tu’du-tu’du. Adalah lagu dangdut berirama koplo yang menyebabkannya. Cicci yang datang mendekatinya lalu massimbong, “apa angga’mu toandang seha’mo nanna iting dangdut murahano. Laomo tia passukkei anjoro maruga, apa naripapiangano’o do’ayu wue kesenanganmu e”. Mendengar itu Kaco lalu menukas, “sangga’ doayu wue tomo i’o andalammu, pe’gurumo tia pa’elong sitteng biduan dangdut”. Mendengar jawaban itu, tulilling anna pegaru bassi segera melayang dan menukik tepat di atas kepala Kaco yang tiuya-uya’ itu.
Mendapati pendaratan tulilling anna pegaru bassi di ulunna itu, Kaco segera menuju passukkeang anjoro, seraya bergumam dalam hati, “andai mupahang dangdut Cicci, musangai dangdut lagu murahan. Padahal iyamo tu’u die dangdut cermin nyata kehidupan pakkappung. Mua’ melo mupahang aspirasi dan realitas sosial pa’banua peyaramming tamamo di lagu dangdut”. [mst]
SORE itu langit Tinambung mulai meredup. Angin dari arah laut perlahan masuk melalui sela-sela pepohonan…
PERJALANAN ziarah makam sering kali bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin yang menghadirkan…
SORE menjelang malam Idul Adha sering menghadirkan suasana yang berbeda di dalam hati manusia. Di…
MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas…
MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas…
MAMASA, TAYANG9 – Sebagai upaya membangun kesadaran antikorupsi di kalangan generasi muda, Komisi Pemberantasan Korupsi…