Dalam kesempatan tersebut, Askary membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Ia menyampaikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk mengenang kembali sejarah perjuangan pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928, ketika para pemuda dari berbagai daerah di Nusantara mengikrarkan persatuan bangsa.
“Ikrar tersebut menegaskan bahwa kita bertanah air satu, Tanah Air Indonesia; berbangsa satu, Bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia,” demikian amanat yang dibacakan Askary.
Ia menegaskan, Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah persatuan sekaligus fondasi penting dalam perjalanan bangsa menuju terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati Pemuda untuk Indonesia.” Tema tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menumbuhkan semangat kebangsaan, ketangguhan, dan kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Semoga pemuda kita tetap berjiwa patriotik dan menjadi generasi penerus bangsa dan negara yang kita cintai,” ujar Askary.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa, negara, maupun daerah saat ini semakin kompleks. Karena itu, keterlibatan pemuda dalam berbagai sektor pembangunan sangat dibutuhkan, mengingat generasi muda memiliki idealisme, pengetahuan, kreativitas, serta semangat untuk mendorong kemajuan daerah.
“Pemuda harus menjadi garda terdepan yang berkarakter, berakhlak mulia, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga mampu melanjutkan perjuangan bangsa,” lanjutnya.
Askary juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong organisasi dan kelompok pemuda agar berperan aktif dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Kita selalu memberikan ruang dan peran bagi organisasi dan kelompok pemuda, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Di akhir amanatnya, Askary berharap generasi muda Mamuju Tengah terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat karakter, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, bangsa, dan negara.
Ia menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata, kolaborasi, dan kepedulian terhadap masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun Mamuju Tengah yang lebih maju.
Nauwakke’ di’e tulisan e, dengan Bismillah. SUPRIADI, Adi, Pak Sup, Pak Supri, atau Pak Guru…
POLMAN, TAYANG9 — Produk lokal perempuan nelayan Desa Laliko, Polewali Mandar, didorong menembus pasar digital…
MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah mengajukan dukungan afirmasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan…
POLMAN, TAYANG9 – Kapolsek Polewali IPTU Syahrul, S.H., M.H., bersama Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan…
POLMAN, Tayang9 – Sebanyak 103 peserta dari lingkungan BUMN, BUMD, dan sejumlah lembaga di Kabupaten Polewali…
POLMAN, TAYANG9 – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan pemetaan partisipatif tenurial…