Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Pemetaan Tenurial, Upaya Pemenuhan Hak Nelayan Tradisional

Ady Jufri: Pengolahan Data Spasial Membantu Gambarkan Sebaran Wilayah Tangkap

POLMAN, TAYANG9 – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan pemetaan partisipatif tenurial di Desa Karama pada 17–19 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan mendokumentasikan wilayah tangkap, mengidentifikasi potensi dan persoalan nelayan, serta memperkuat pengakuan terhadap hak-hak nelayan tradisional.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya di koran online ini, pemetaan partisipatif tenurial melibatkan nelayan setempat dalam proses identifikasi wilayah tangkap dan pengambilan titik koordinat di perairan sekitar Desa Karama. Melalui pendekatan partisipatif, pengetahuan lokal nelayan dipadukan dengan teknologi pemetaan spasial untuk menghasilkan informasi sistematis mengenai pemanfaatan sumber daya laut.

Dosen Fakultas Perikanan Universitas Sulawesi Barat, Ady Jufri, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa pemetaan wilayah tangkap tidak cukup hanya dengan penandaan lokasi penangkapan ikan. “Pengolahan data spasial membantu menggambarkan sebaran wilayah tangkap, karakteristik perairan, serta keterkaitan lokasi penangkapan dengan potensi sumber daya perikanan,” ujarnya.

Menurutnya, dokumentasi berbasis teknologi dapat mengintegrasikan pengetahuan nelayan mengenai lokasi penangkapan, jenis ikan, hingga tanda-tanda alam yang selama ini menjadi pedoman melaut. Informasi tersebut diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi generasi muda pesisir sekaligus memperkuat warisan pengetahuan maritim.

Ketua KNTI Polewali Mandar, Muh. Muhsin R., menegaskan bahwa pemetaan partisipatif merupakan bagian dari upaya memperjuangkan hak-hak nelayan tradisional. “Nelayan tidak hanya membutuhkan akses ke sumber daya laut, tetapi juga perlindungan, keselamatan, serta kebijakan pembangunan yang berpihak pada keberlangsungan mata pencaharian mereka,” katanya.

Muhsin juga menyoroti kondisi tanggul pemecah ombak di Desa Karama yang mengalami kerusakan. Menurutnya, infrastruktur pesisir memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pantai dan keselamatan masyarakat. Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi teknis segera meninjau kondisi tanggul dan mengambil langkah perbaikan.

KNTI menekankan bahwa pemenuhan hak nelayan tidak cukup diwujudkan melalui bantuan semata, melainkan juga melalui perlindungan akses wilayah tangkap, penyediaan infrastruktur pesisir yang layak, serta ruang partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan.

Melalui kegiatan ini, KNTI Polewali Mandar bersama Fakultas Perikanan Unsulbar berharap hasil pemetaan dapat menjadi bahan advokasi bagi kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan nelayan tradisional. Pemetaan wilayah tangkap bukan sekadar menandai titik koordinat, tetapi juga merekam hubungan erat antara nelayan, budaya, dan sumber daya laut yang menopang kehidupan masyarakat pesisir.

Pemetaan partisipatif menjadi langkah awal untuk memastikan pengetahuan lokal tetap terjaga, kondisi pesisir mendapat perhatian, dan hak-hak nelayan tradisional menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan daerah.

 

BASRI DIMO

Selain aktif menulis, anggota muda kelompok pecinta alam Kalpataru Sulbar yang alumnus Fisip Unasman ini juga gandrung pada kesusasteraan dan soal-soal kemanusiaan

Recent Posts

Peduli Dampak Kabut Asap, Sat Lantas Polres Polman Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan

POLMAN, Tayang9 – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Polewali Mandar membagikan masker kepada pengguna jalan…

11 jam ago

Bupati Polman Dorong Guru Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi dalam Pembelajaran

POLMAN, Tayang9 – Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, mendorong para guru untuk meningkatkan kemampuan dalam…

1 hari ago

Maulid Nabi dan Haul Syekh KH. Muhammad Shaleh di Pambusuang Berlangsung Kondusif

POLMAN, Tayang9 – Polres Polewali Mandar (Polman) bersama Polsek Tinambung lakukan pengamanan kegiatan Maulid Nabi Muhammad…

2 hari ago

Tabrakan Beruntun Libatkan Lima Mobil di Wonomulyo Polman, Tiga Orang Luka-luka

POLMAN, Tayang9 – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima unit mobil terjadi di Jalan Poros…

2 hari ago

Perpusip Sulbar Hadirkan Perpustakaan Keliling di Tapak Budaya: Teras Literasi dan Pameran Sekomandi

MAMUJU, Tayang9 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) menghadirkan layanan Perpustakaan…

2 hari ago

Perjuangkan Hak Nelayan Tradisional, KNTI Polman Gelar Pemetaan Partisipatif

POLMAN, TAYANG9 — Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) DPD Polewali Mandar menggelar kegiatan Pemetaan Partisipatif…

3 hari ago