Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Usai Juara 1 Film Pendek di FLS3N, SMKN 1 Sumarorong Inisiasi Bentuk Komunitas Film Mamasa

SUMARORONG,TAYANG9 – Kemenangan yang diraih UPTD SMKN 1 Sumarorong dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 tingkat Kabupaten Mamasa pada 27 April lalu, menyisakan cerita inspiratif.

Tak sekadar membawa pulang piala Juara 1 kategori Film Pendek, ajang ini menjadi titik awal pergerakan industri kreatif perfilman di bumi kondosapata.

Para Siswa Juara 1 Film Pendek di FLS3N Mamasa dan Guru Pembimbing SMKN 1 Sumarorong

Agil Steven Thumo, S.T., sosok kunci di balik layar yang menghantarkan Jhey Nugraha, Aorel dan Christin Angel meraih podium tertinggi, mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi besar para sineas muda.

Dalam diskusinya bersama sejumlah rekan sineas professional saat di lokasi kegiatan, Agil sangat mengapresiasi atas talenta siswa SMKN 1 Sumarorong.

“Banyak sekali talenta muda kita yang luar biasa, khususnya di bidang perfilman. Hal ini tidak lepas dari keberadaan Jurusan Produksi Film di SMKN 1 Sumarorong yang secara spesifik mengasah kemampuan teknis dan narasi siswa sejak dini,” ujar Agil dengan optimisme tinggi.

Lebih jauh, Agil memaparkan bahwa selama di lokasi Festival, dirinya banyak bertemu dan berdiskusi dengan para sineas profesional atau pelaku film disana. Hal ini ini memicu rencana strategis untuk memperluas dampak karya siswa ke tingkat yang lebih massif lagi.

“Kedepannya, kami ingin menginisiasi komunitas film di Mamasa, sebagai wadah kolaborasi para penggiat sinema lokal. Tujuannya jelas, untuk mengangkat dan melestarikan budaya lokal kita melalui karya audio visual yang profesional. Kita punya materi budaya yang hebat, dan kini kita punya SDM yang mumpuni untuk mengeksekusinya,” tambah guru Produksi Film tersebut.

Agil menambahkan, visi besar ini bertujuan untuk mengangkat kekayaan budaya Mamasa melalui lensa kamera agar dikenal lebih luas, bahkan hingga ke tingkat internasional.

“Dengan adanya Jurusan Produksi Film, SMKN 1 Sumarorong kini bukan hanya sekadar institusi pendidikan, melainkan laboratorium pelestarian budaya. Dan Prestasi di FLS2N 2026 ini menjadi bukti valid bahwa karya anak bangsa dari pelosok daerah mampu bicara banyak di panggung bergengsi”,Jelasnya. (**)

SULHAN SAMMUANE

Selain Menulis dirinya juga dikenal aktif sebagai pemerhati pendidikan anak usia dini

Recent Posts

SMP Negeri 1 Tinambung Gelar LDKS, Anggota Bawaslu Sulbar Berikan Motivasi Kepemimpinan

POLMAN, TAYANG9 - SMP Negeri 1 Tinambung menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang…

2 jam ago

Kearifan Lokal dan Pendidikan, Membangun Ruang Kebudayaan dalam Sistem Pendidikan Formal

KEBUDAYAAN merupakan bagian penting dari identitas dan kehidupan suatu masyarakat. Indonesia sebagai negara multikultural memiliki…

3 jam ago

Awasi Peredaran Rokok Ilegal, Satpol PP Sisir Sejumlah Toko di Pasar Sentral Pekkabata

POLMAN, Tayang9 – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulawesi Barat bersama Satpol PP Kabupaten…

10 jam ago

Jumat Berkah, Sat Lantas Polres Polman Berbagi Makanan dan Sampaikan Edukasi Tertib Berlalu Lintas Kepada Masyarakat

POLMAN, Tayang9 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga, personel…

11 jam ago

Sambut Pembangunan Jembatan Perintis Garuda, TNI dan Warga Tapango Gelar Doa Bersama

POLMAN, Tayang9 – Personel TNI Kodim 1402/Polman bersama masyarakat Desa Tapango dan Desa Tapango Barat, Kecamatan…

14 jam ago

Setelah Putus Sejak 2021, Jembatan Penghubung Tapango-Tapango Barat Segera Dibangun Kembali

POLMAN, Tayang9 - Harapan masyarakat Desa Tapango dan Desa Tapango Barat, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar…

15 jam ago