MAMASA, TAYANG9-Kampung Natal di Tondok Bakaru sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Mamasa memiliki pesona wisata alam yang indah dinilai tidak akan bisa meuai banyak kunujungan wisata jika tak memiliki akses jalan yang bagus. Begitu yang diungkapkan, Muhammad Syaeba salah satu pengunjung seusai mengunjungi lokasi wisata Kampung Natal Tondok Bakaru itu kepada TAYANG9.COM, jumat 06 Desember lalu.
Dikatakannya, gebrakan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dan nyata cukup menarik perhatian itu, selain karena hutan pinus juga karena destinasi itu, didesain sebagai Kampung Natal yang juga dilengkapi dengan wisata tanaman anggrek.
“Saya sejak kemarin malam ingin ke sini namun hujan, dan saat hujan jalannya becek. Hal tersebut mesti segera diperhatikan pembangunannya, baik jalan maupun penerangannya agar pengunjung dapat mengakses lokasi wisata meskipun hujan,” ungkap Syaeba.
Menurut Dosen Universitas Al-Asyariah Mandar (Unasman) ini, inovasi yang dilakukan oleh masyarakat tersebut, patut diapresiasi dan memperoleh dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah lantaran telah berhasil mengelolah potensi alam menjadi suatu produk pariwisata Kabupaten Mamasa.
“Pengelolaan hutan pinus sebagai lokasi wisata memang unik, namun akan lebih baik, jika penggunaan paku pada pohon tidak dilakukan dan lebih baik menggunakan tali sebagai pengikat agar pohon tersebut tidak rusak,” kunci Syaeba yang juga merupakan pembina Mapala Unasman ini.
Jakarta, Tayang9—Kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah dan pertolongan Allah Yang Maha Kuasa melalui perjuangan para pendiri…
MEDIA sosial kembali menunjukkan betapa kuatnya pengaruh emosi dalam membentuk opini publik. Sebuah video yang…
Jakarta, Tayang9.com – Kunjungan konsultatif pimpinan dan seluruh pimpinan fraksi DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar)…
Mateng, Tayang9.com – Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Nomor…
Mateng, Tayang9.com – Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ketenagakerjaan…
TIGA puluh tahun silam, langkah pertama saya menapaki dunia pesantren dimulai. Sebuah perjalanan penuh suka…