KH Muhammad Syibli Sahabuddin saat membawakan ceramah hikmah halal bi halal Ikatan Alumni IKIP-UNM
POLMAN, TAYANG9 – Halal bi halal adalah acara yang tidak begitu lazim dilaksanakan di luar negeri. Tetapi di Indonesia telah menjadi tradisi setiap usai lebaran dan karena muatan isinya adalah silatturrahmi, maka hal ini menjadi wajib. Begitu kutipan hikmah halal bi halal yang disampaikan KH Muhammad Syibli Sahabuddin di acara silaturrahmi yang dihelat Ikatan Alumni IKIP-UNM, Senin 08 Juni 2020 malam tadi.
Melalui halal bi halal dalam jaringan (daring) itu, Annangguru Syibli sapaan karibnya juga menyampaikan kisah di jaman Nabi Musa As.
Kala itu ada seseorang yang selama hidup tidak ada satupun kebaikan yang dikerjakan, semuanya yang dilakukannya adalah kejahatan.
Dan waktu orang jahat itu meninggal, karena kejahatannya, maka kepala kampung dan masyarakat memutuskan agar jenazahnya tidak usah diurus.
Oleh Allah kemudian mengutus Nabi Musa untuk mengurusi orang jahat itu yang oleh warga kampung tidak ada satupun yang mengurusinya.
Lalu Nabi Musa bertanya kepada Allah, kenapa orang jahat ini harus diurusi, sementara tak satupun kebaikan yang dia perbuat selama hidupnya. Lalu Allah kemudian mengatakan, orang jahat itu adalah orang yang Saya sayangi, dan siapapun yang membantu akan kuampuni dosanya.
Setelah jenazahnya diurus dan dimakamkan sebagaimana mestinya, Nabi Musa kemudian bertanya kepada Allah, kenapa dia disayangi, sedang dia jahat dan tidak ada kelebihannya.
Allah kemudian mengatakan kepada Nabi Musa, ada tiga hal yang membuat Saya sayang kepadanya, pertama karena orang jahat itu tahu kalau dirinya jahat dan selama hidupnya selalu mendahulukan orang baik, karena dia sadar kalau dia orang jahat.
Kedua karena ada doa orang jahat itu yang disukai oleh Allah, yakni selalu mengakui kalau dirinya jahat lantaran imannya lemah dan tak memiliki kekuatan untuk menolak ajakan iblis, sehingga karena imannya yang lemah itu dirinya akan masuk neraka, maka akan bergembiralah iblis yang berhasil menggodanya. Tetapi jika tidak masuk neraka, maka akan kecelalah iblis yang selama hidupnya selalu menggodanya.
Dan yang ketiga, sebagimana dikisahkan Annangguru Syibli, orang jahat yang meninggal itu, tidak pernah cappu rannu (berputus asa-red) atas Rahmat Allah.
“Jadi janganmaki ragu dengan dosa dan kita harus bertaubat seraya meyakini bahwa dosata akan diampuni oleh Allah. Dan untuk dosa horizontal kita kepada sesama manusia, harus kita mintakan permaafan kepada sesama manusia yang kepadanya kita berdosa itu,” beber Annangguru Syibli.
Diakhir ceramahnya yang juga diikuti serta dihadiri oleh Ketua Ikatan Alumni UNM H. Nurdin Khalid dan Rektor UNM H. Husain Syam, Annangguru Syibli juga menitip pesan kepada para alumnus UNM dan semua yang berada dalam dunia akademik agar tidak saja menuntut ilmu, tetapi juga menuntut ilmu hidayah atau ilmu yang berberkah.
“Kita semua orang penuntut ilmu, dan yang terpenting dari ilmu yang kita tuntut adalah kita peroleh hidayah dan berkahnya. Jangan tuntut ilmu saja, tetapi tuntutlah ilmu yang berkah,” harap Annangguru Syibli di acara yang dihadiri secara daring sekitar 300 an alumni IKIP-UNM itu. [/**]
ADA satu adegan yang terus terngiang setelah final Piala Dunia 2026 usai kemarin. Bukan gol…
POLMAN, TAYANG9 – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Polewali Mandar bekerja sama dengan Institut Teknologi…
Jakarta,Tayang9—Kementerian Agama kembali menggelar rutinitas Breakfast Meeting. Kali ini mengulas tentang Persiapan Implementasi Manajemen Talenta,…
Mateng, Tayang9.com – Usai menuntaskan agenda pemerintahan di Jakarta, Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, langsung…
Mateng, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran…
MUSIK merupakan salah satu bentuk ekspresi manusia yang tidak hanya menghadirkan pengalaman estetis, tetapi juga…