Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Bawakan Ngaji Sastra Pesantren, KH. D. Zawawi Imron Kunjungi Annangguru H. Abd. Latif Busyra

CAMPALAGIAN, TAYANG9 – Selain mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan di Polewali Mandar penyair sufi Asia tenggara dan penerima penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara yang juga Kiai dan Budawan Nasional D. Zawawi Imron juga secara khusus berkunjung ke kediaman Annangguru H. Abd Latif Busyra di kompleks pondok pesantren (ponpes) Salafiyah Parappe Campalagian Polewali Mandar, Ahad malam, 09 Februari 2020.

Dalam kunjungannya ke ponpes yang mengasuh dan telah melahirkan ribuan santri itu, selain melakukan diskusi khusus dengan Annangguru H. Abd Latif Busyra, KH. D. Zawawi Imron juga membawakan ceramah pengajiannya di acara Ngaji Sastra Pesantren dihadapan ratusan santri.

Dikatakan Zawawi, santri berasal dari kata shastri bahasa sanskerta yang kemudian dalam lidah masyarakat Indonesia berubah menjadi santri.

“Santri sebenarnya berasal dari kata sastra yang dalam bahasa sanskerta disebut shastri yang artinya sama dengan sastra. Sedang sastra adalah kesucian dan keindahan hanya dalam lidah kita berubah menjadi santri,” tutur Kiai D. Zawawi Imron.

Dikatakannya pula, santri adalah pembelajar yang serius mengkaji kesucian dengan membaca kitab suci.

“Santri adalah mereka yang serius mempelajari kitab dan kesucian juga keindahan dan bahasa indah salah satunya adalah bahasa sastra. Dan apalagi kalau bicara kitab suci di dalamnya memuat bahasa keindahan yang luar biasa,” ungkapnya.

Dalam acara yang berlangsung meriah itu sesekali para santri peserta ngaji sastra itu memperdengarkan tepuk riuh saat Zawawi membacakan puisi dan saat membawakan materinya dalam gaya tutur puitik pula sastrawi.

Hadir dalam pengajian itu selain sejumlah petinggi ponpes, ustad dan para guru serta santri tampak hadir pula Ustad Ridwan Hilal yang ikut memandu shalawatan bersama sejumlah santri di tengah-tengah acara Ngaji sastra pesantren itu. (*)

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Recent Posts

Bayang-Bayang Kota Tua, Arsitektur Pemerintahan Belanda

MAJENE hari ini dikenal sebagai kota yang tenang di pesisir barat Sulawesi. Namun di balik…

1 hari ago

Hari Lahirnya Pancasila: Bukan Sekadar Diperingati, Tetapi Dilahirkan Kembali dalam Kehidupan

KEMARIN sore saya teringat sebuah percakapan sederhana bersama anak laki-laki saya, Made Ali Maulana M.…

1 hari ago

Wabup Askary Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026…

2 hari ago

Membaca Adalah Ibadah Terbesar

KETIKA Allah SWT pertama kali menurunkan wahyu kepada Nabi Besar Muhammad SAW di Gua Hira,…

2 hari ago

Tahapan Persiapan Musyawarah Cabang Berjalan Sesuai Agenda

POLMAN, TAYANG9 - Tahapan persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Polewali Mandar terus…

2 hari ago

Inggae Massikola Adza’

DI tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat, masyarakat sering kali memahami adat hanya sebagai…

3 hari ago