POLMAN, TAYANG9 – Setelah dua malam berturut-turut sejak 16 – 17 malam di bulan Juli 2026, Malam Minggu 18 Juli 2026 sebentar malam, akhirnya akan menjadi puncak yang tak terlupakan dalam sejarah Pekan Sastra Sulbar 2026.
Adalah Asmadi ‘Taro’ Alimuddin akan hadir dan tampil sebagai aktor yang akan mempertunjukkan kemampun akting dan keaktorannya dihadapan penikmat seni budaya Sulawesi Barat.
Direncanakan, Asmadi Taro akan naik ke panggung kembali, setelah sekian dekade berada di belakang panggung, adalah teater monolog legendaris “Boss” karya Putu Wijaya yang akan diusungnya.
Irma Trisnawati Kepala UPTD Taman Budaya dan Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Barat yang dihubungi terpisah siang tadi mengatakan, malam penutupan yang akan dihelat Sabtu malam nanti, selain akan diisi dengan pertunjukan tentu saja juga akan diisi dengan pengumuman dan penganugerahan kepada para pemenang lomba puisi dan monolog.
“Insya allah sebentar malam akan menjadi puncak penyelenggaraan kegiatan Pekan Sastra dan kami juga akan mengumumkan hasil penjurian untuk dua kategori lomba yakni puisi dan monolog yang kami pastikan akan sangat netral dan berkeadilan sesuai dengan kualitas ciptaan dan pertunjukan untuk dua kategori itu,” tutur Irma.
Juga dikatakan Irma, bukan hanya pertunjukan monolog, pengumuman dan penganugerahan, tetapi juga akan menghadirkan, selain Asmadi Taro, juga akan menampilkan komunitas Madatte Art yang akan hadir membawakan paket musikalisasi puisinya.
Puncak Emosi Pekan Sastra
Abdul Muttalib, Kurator Pekan Sastra 2026 mengatakan , sebagai pertunjukan klimaks “Boss” akan menjadi penutup rangkaian Pekan Sastra Sulbar 2026 yang berlangsung sejak 16 Juli, setelah dua malam sebelumnya, penuh diisi dengan pembacaan puisi, dan pementasan monolog dari para finalis.
“Sebagai klimaks yang menujukkan bahwa akhirnya, seni bukan sekadar hiburan, melainkan kekuatan yang dinubuatkan untuk mengguncang nurani dan nilai-nilai kemanusiaan kita. Pertunjukan naskah monolog Boss, oleh Asmadi Taro, bukan hanya pertunjukan, tapi juga peringatan yang akan mengayak nilia-nilai kemanusiaan kita,” tutur Abdul Muttalib Kurator Pekan Sastra bertema Tubuh Kata: Tradisi Lisan, Tubuh dan Suara Masa Kini.
Baik Irma Trisnawati maupun Abdul Muttalib sama berharap, para seniman budayawan dan para penggiatnya baik personal maupun komunitas serta para pelajar dan mahasiswa, guru dan dosen, birokrat dan masyarakat umum sama bisa hadir dan ikut menjadi penyaksi peristiwa seni budaya yang diusung oleh Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulawesi Barat ini.
PENDIDIKAN pada hakikatnya tidak hanya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk manusia yang berkarakter,…
POLMAN, TAYANG9 - Mobil pemadam kebakaran milik Kodim 1402/Polman diterjunkan untuk memperkuat upaya pemadaman kebakaran…
POLMAN, TAYANG9 - Memasuki musim kemarau dengan cuaca panas yang mulai meningkat, Dandim 1402/Polman Letkol…
POLMAN, TAYANG9 – Malam Ketua Pekan Sastra Provinsi Sulawesi Barat 2026 akan menghadirkan pertunjukan sastra…
POLMAN, TAYANG9 – Komunitas Rumah Budaya Nusantara (RBN) Madatte Arts menyatakan kesiapannya untuk tampil pada…
POLMAN, TAYANG9 — Melalui Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) Madrasah Aliyah (MA) DDI Tinambung menggelar…