Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Kapolda Sulbar : Informasi Hoax Sumber Masalah dan Pertikaian

Mamuju – Tayang9 – Kapolda Provinsi Sulawesi Barat Brigjen Pol Baharuddin Djafar melalui Kabid Humas AKBP Mashura, mengatakan bahwa saat ini tidak sedikit pertikaian, kerusuhan hingga berujung pada peristiwa pembunuhan, yang sumbernya berasal dari informasi tidak benar atau hoax.

Menurut Bringjen Pol Baharuddin Djafar, berita hoax menjadi lebih berbahaya apabila disebarkan terus-menerus, karena akan membuat orang yang awalnya sangsi menjadi percaya.

“Terkait dengan hal tersebut setiap masyarakat maupun netizen, harus lebih kritis terkait berita yang beredar di Medsos, dengan memastikan kebenarannya sebelum di sharing,” ucap Brigjen Pol Baharuddin, Senin,01/10/19.

Selain itu ia juga menambahkan, mengenai berita hoax diharapkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, dan harus melakukan klarifikasi terhadap kebenaran berita yang didapat.

“Kami meminta masyarakat khususnya di Sulbar untuk menanyakan atau menghubungi polisi jika ada informasi bohong yang beredar ditengah masyarakat, agar berita tersebut tidak menimbulkan gejolak sosial ditengah masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahaya berita hoax saat ini telah dianggap kejahatan kriminalitas, dan hal itu telah diatur pada pasal 28 ayat 1 Undang – undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Ancamannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar. Untuk itu bagi anda yang suka mengirimkan kabar bohong, atau bahkan cuma sekadar iseng mendistribusikan harap berhati-hati,” jelasnya.

Kapolda juga menuturkan, untuk mengatasi hoax tersebut, salah satu metodenya adalah apabila ada berita yang memojokkan seseorang agar tidak dishare dulu, melainkan ditelaah, dicemati serta dicatat oknum atau orang pertama yang menyebarkan informasi tersebut.

“Selanjutnya tanya orang yang menyebarkan berita tersebut, bahwa berita yang ia sebarkan tidak jelas kebenarannya, jika ditanya petugas jawab bahwa orang ini yang kirim ke saya, Inshaa Allah berita tak lagi disebarkan,” tutupnya.(*/FM)

MASDAR KAPPAL

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Recent Posts

Guru Mengajar Indonesia,  Siapa Mengajar Kesejahteraan Guru

BEBERAPA hari yang lalu saya membaca sebuah unggahan di media sosial yang membahas tentang perbandingan…

23 jam ago

Tuntunan, Tontonan, dan Impian

PASCA Hiroshima dan Nagasaki, Jepang tidak hanya membangun kembali gedung-gedung yang hancur. Mereka juga membangun…

23 jam ago

Pemkab Mamuju Tengah Bekali 173 ASN Hadapi Masa Pensiun, Sekda Tekankan Perencanaan Keuangan dan Administrasi

MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menggelar sosialisasi persiapan…

1 hari ago

Kebudayaan Itu Domisili, Bukan Dominasi

SALAH satu persoalan yang paling terasa dalam Ranperda Pemajuan Kebudayaan ini adalah cara pandangnya yang…

2 hari ago

Di Balik Isu Kapus Sendana 1, Awaluddin : Mungkin Ada Yang Mengincar Jabatan Kapus!

Majene, Tayan9 -  Isu yang diarahkan kepada Kepala Puskesmas (Kapus) Sendana 1 Erwin, dinilai tidak memiliki…

3 hari ago

Kebudayaan Bukan Milik Pemerintah

SETELAH membaca berulang-ulang selama berhari-hari, kesalahan paling mendasar dalam rancangan perda ini adalah cara pandangnya…

4 hari ago