Kantor Desa Tallu Banua
Majene, Tayang9 – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Tallu Banua justru diwarnai kekecewaan. Persoalan muncul setelah hadiah pertandingan lomba mini soccer yang sebelumnya dibahas dalam meeting panitia tidak diberikan sesuai hasil kesepakatan.
Dalam meeting panitia, hadiah mini soccer disepakati untuk diberikan kepada juara 1, juara 2, 3 dan 4. Kesepakatan tersebut menjadi dasar penyelenggaraan pertandingan dan menjadi bagian dari semangat kompetisi yang diikuti para pemuda.
Namun, setelah pertandingan berakhir, kenyataan berbeda. Hadiah yang diberikan hanya kepada juara 1 dan juara 2, sementara hadiah untuk juara 3 dan 4 tidak diberikan.
“Yang menjadi pertanyaan kami, mengapa hasil kesepakatan panitia dapat berubah setelah pertandingan selesai?,” ungkap salah satu Pemuda Tallu Banua Masnadi kepada Tayang9.com, selasa (22/09/2026)
Terlebih lagi Masnadi melanjutkan, alasan perubahan tersebut belum dijelaskan secara terbuka kepada peserta maupun masyarakat. Panitia yang dibentuk oleh Pemerintah Desa Tallu Banua juga mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menentukan persoalan hadiah.
“Kami tidak bisa apa-apa terkait masalah hadiah karena hadiah ditentukan langsung oleh keputusan Kepala Desa.” ucap Masnadi dengan nada penuh kekecewaan
Pernyataan tersebut semakin memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana keputusan panitia dalam sebuah kegiatan dapat dijalankan apabila pada akhirnya keputusan tersebut dapat berubah.
Bagi Masnadi, persoalan ini bukan semata-mata mengenai nominal hadiah.
“Yang dipertanyakan adalah komitmen terhadap kesepakatan, transparansi dan penghargaan terhadap para pemuda yang telah berpartisipasi dalam memeriahkan kemerdekaan,” ungkapnya
Para pemuda telah bertanding, mengeluarkan tenaga, waktu dan semangat untuk menyukseskan kegiatan. Karena itu, masyarakat berharap setiap keputusan dalam kegiatan desa dilakukan secara terbuka dan tidak menimbulkan kesan bahwa kesepakatan dapat berubah sepihak setelah pertandingan selesai.
Masyarakat Desa Tallu Banua pun menuntut adanya transparansi dari Pemerintah Desa, khususnya terkait dasar keputusan tidak diberikannya hadiah sebagaimana hasil meeting panitia.
Perayaan kemerdekaan seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan memberikan penghargaan terhadap kreativitas serta semangat pemuda. Jangan sampai semangat memperingati kemerdekaan justru meninggalkan rasa kecewa karena keputusan yang tidak dijelaskan secara terbuka.
“Yang diperjuangkan para pemuda bukan sekadar hadiah. Mereka juga sedang memperjuangkan penghargaan terhadap usaha, sportivitas dan sebuah kesepakatan,” tutup Masnadi
Hingga berita ini disusun, Kepala Desa Tallu Banua belum memberikan keterangan terkait alasan tidak diberikannya hadiah sesuai hasil meeting panitia. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pihak Pemerintah Desa Tallu Banua untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat.
POLMAN, TAYANG9 — Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) sukses menggelar acara graduate party (malam ramah…
SEMANGAT membangun Indonesia sehat kembali bergema di pelosok Sulawesi Barat. Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya…
MATENG, Tayang9.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Tengah, Marhudin, S.Pd., M.Pd., membuka kegiatan Sosialisasi…
SEJARAH bukan sekadar rangkaian tanggal, nama, dan peristiwa yang tersimpan dalam buku. Ia adalah ruang…
MAJENE, TAYANG9 — Bedah Buku dan Diskusi Sejarah Maemunah Djud Pantje: Guru dan Pejuang dari…
POLMAN, Tayang9 – Suasana berbeda terlihat di Makodim 1402/Polman, Sulawesi Barat. Ratusan warga dari berbagai…