POLMAN, TAYANG9 – Melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMP Negeri 1 Tinambung, selain diisi dengan materi kepemimpinan demokratis, kreatif dan berbudaya, kegiatan yang dihelat 30 September hingga 1 Oktober 2026 itu juga diisi dengan materi pendidikan karakter dan pencegahan Narkoba.
Hj. Tajriah Tajuddin, S.Pd., M.M., salah satu guru SMPN 1 Tinambung dalam materinya bertajuk “Membangun Karakter Remaja Tangguh yang Bebas Narkoba” lebih menekankan pentingnya membangun kesadaran, pengetahuan, dan keberanian remaja untuk menolak penyalahgunaan Narkoba di tengah berbagai tantangan pergaulan.
“Remaja harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya narkoba dan keteguhan sikap untuk menolaknya. Keberanian mengatakan tidak terhadap narkoba merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, kesehatan, dan masa depan,” tutur Tajriah, Sabtu 31 Oktober 2026.
Juga dijelaskan olehnya, narkoba mencakup narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya yang dapat memengaruhi kondisi fisik maupun mental seseorang. Penyalahgunaannya bukan hanya berisiko merusak kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu kehidupan sosial, pendidikan, dan masa depan penggunanya.
Dalam materi yang disampaikannya, terdapat sejumlah faktor yang dapat membuat remaja rentan terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Di antaranya tekanan teman sebaya, rasa ingin tahu yang tinggi, keinginan mencoba hal baru, serta kecenderungan mencari pelarian dari stres dan persoalan pribadi.
“Jangan sampai keinginan untuk diterima dalam lingkungan pertemanan membuat kita mengorbankan kesehatan dan masa depan. Teman yang baik adalah teman yang mendukung kita melakukan hal-hal positif, bukan yang mendorong kita melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri,” menjadi salah satu pesan penting dalam pembahasan mengenai tekanan teman sebaya.
Lebih jauh, dihadapan peserta LDKS yang terdiri dari pengurus dan anggota organisasi ekstrakurikuler, baik OSIS, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) itu, Tajriah juga mengingatkan, narkoba bukanlah jalan keluar dari persoalan yang dihadapi remaja. Tekanan belajar, masalah keluarga, maupun persoalan emosional perlu disikapi dengan cara yang sehat dan tepat.
“Narkoba mungkin dianggap sebagai pelarian sementara dari masalah, tetapi dampaknya justru dapat menambah persoalan. Ketika menghadapi tekanan, remaja perlu mencari jalan keluar yang sehat, seperti berolahraga, menekuni hobi, atau berbicara dengan orang yang dipercaya,” demikian inti pesan dalam materinya yang juga menyinggung pengelolaan stres itu.
Dalam pemaparannya, ia menguraikan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, meningkatkan risiko ketergantungan dan gangguan mental, merenggangkan hubungan sosial, serta menghambat pendidikan dan pencapaian cita-cita. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan melalui penguatan karakter dan kemampuan mengambil keputusan secara mandiri.
Para siswa juga diajak membangun ketegasan dalam menghadapi ajakan yang berisiko. Mereka perlu mengenali situasi yang harus dihindari, memilih lingkungan pertemanan yang positif, serta berani menolak ajakan menggunakan narkoba tanpa harus merasa bersalah atau takut kehilangan pertemanan.
“Berani berkata tidak bukan berarti kita lemah atau tidak bisa bergaul. Justru di situlah karakter dan keteguhan pendirian kita diuji. Kita harus mampu menentukan pilihan yang benar meskipun menghadapi tekanan dari lingkungan,” demikian pesan yang dirangkum dari materi penguatan ketahanan diri remaja itu.
Selain membekali siswa dengan pengetahuan mengenai bahaya narkoba, kegiatan ini juga mendorong mereka mengembangkan kebiasaan positif untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Olahraga, kegiatan seni, pengembangan minat dan bakat, serta komunikasi yang terbuka dengan keluarga dan guru dapat menjadi pilihan untuk menghadapi stres secara sehat.
Pembekalan tersebut relevan dengan peran para peserta sebagai pengurus dan anggota organisasi ekstrakurikuler di sekolah. Mereka diharapkan tidak hanya mampu menjalankan organisasi, tetapi juga menjadi teladan bagi teman sebaya dalam membangun pergaulan yang sehat dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan LDKS, SMP Negeri 1 Tinambung diharapkan dapat terus menumbuhkan generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, keberanian mengambil keputusan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
Pesan yang mengemuka dalam materi tersebut sederhana, tetapi penting, masa depan yang sehat dan penuh potensi harus dijaga sejak remaja. Generasi muda perlu membekali diri dengan pengetahuan, memperkuat karakter, dan berani menolak narkoba demi masa depan yang lebih baik.
POLMAN, Tayang9 – Unit Reaksi Cepat (URC) dan Resmob Sat Reskrim Polres Polewali Mandar (Polman) berhasil…
POLMAN, TAYANG9 - SMP Negeri 1 Tinambung menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang…
KEBUDAYAAN merupakan bagian penting dari identitas dan kehidupan suatu masyarakat. Indonesia sebagai negara multikultural memiliki…
POLMAN, Tayang9 – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulawesi Barat bersama Satpol PP Kabupaten…
POLMAN, Tayang9 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga, personel…
POLMAN, Tayang9 – Personel TNI Kodim 1402/Polman bersama masyarakat Desa Tapango dan Desa Tapango Barat, Kecamatan…