Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Gelombang Tinggi Menerjang, Warga Somba Mulai Cemas

MAJENE, TAYANG9 – Hampir sepekan ini cuaca buruk melanda wilayah pesisir Kabupaten Majene, terutama di kecamatan Sendana dan sekitarnya. Angin kencang disertai tinggi gelombang menerjang sampai ke pemukiman membuat warga mulai cemas khususnya yang tinggal di pesisir Somba. Sebab rumah mereka terancam hilang diseret ombak.

Dari pantauan awak redaksi Tayang9.com, Minggu sore (12/1), tinggi ombak mencapai lima meter sehingga air laut masuk kepemukiman warga yang berada di lingkungan Somba Utara, Kecamatan Sendana, Majene.

“Ombak sudah tiga harimi besar disini, kami sekeluarga jadi was-was karena ombaknya sampai masuk di rumah,” ucap Hardi saat ditemui di halaman rumahnya

Meskipun sudah ada tanggul penahan ombak, namun menurut Hardi itu tidak menjamin akan keselamtan rumah yang ditempatinya. Karena tanggul yang berdiri puluhan tahun sudah mulai keropos, dan tinggi bangunan tanggulnya juga cukup rendah sehingga hempasan ombak mudah masuk ke rumah.

“Memang ada tanggul tapi ombaknya juga masuk, kalau terus begini kemungkinan akan roboh. Kemarin lebih besar dari sekarang, sempat barang-barang kami pindahkan jangan sampai air lautnya menghanyutkan rumah kami,” bebernya

Hardi berharap agar pemerintah memberi perhatian atas keselamatan masyarakat terutama rumah-rumah yang diwilayah pesisir seperti yang berada di Somba. Salah satunya membangun tanggul-tanggul yang lebih kuat dan tinggi.

“Semoga pemerintah segera tanggap mengantisipasi agar rumah kami tidak terancam hilang. Setidaknya memperbaiki tanggul yang didepan rumah ini. Sebab ombak besar terjadi setiap tahun,” lanjut Hardi

Rumah salah satu nelayan yang mulai digenangi air laut

Dilokasi yang sama, hal senada juga disampaikan oleh Patmawati. Ia merasa cemas lantaran rumah yang ditinggalinya pas berada di bibir pantai, sehingga menjadi bulan-bulanan amukan ombak. Padahal bersama suaminya, ia baru tiga tahun mendirikan rumah, takutnya hilang terseret ombak.

“Rumah saya lebih terancam, hempasan ombak pas di tembok belakang rumah. barang-barang sudah kami singkirkan ke rumah tetangga. Karena air laut sudah masuk ke dapur. Apalagi suami saya tidak ada, yang lagi merantau membuat kami semakin kawatir,” ungkap Patmawati Ibu tiga anak itu.

N O'BE

Anak pelaut yang ingin menulis dan membaca di daratan.

Recent Posts

TNI Kebut Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Polman, Pondasi Siklop Mulai Dicor

POLMAN, TAYANG9 - Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Dusun Bulubawang, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Kabupaten…

15 jam ago

Kodim 1402/Polman Mulai Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Bulubawang

POLMAN, TAYANG9 – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Dusun Bulubawang dengan Kelurahan Manding, Kabupaten…

2 hari ago

Kapolres Polman Dampingi Wakapolda Sulbar Pantau Siskamtibmas Pasca Lebaran Melalui Zoom Meeting

POLMAN, TAYANG9-- Polres Polman bersama Forkopimda dan instansi terkait mendampingi Wakapolda Sulbar dalam memantau perkembangan…

3 hari ago

Fenomena Post Holiday Blues Mengintai Usai Libur Panjang

MASA libur panjang yang beriringan antara Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah pada…

3 hari ago

Pastikan Keamanan Libur Lebaran, Dandim Polman Kerahkan Babinsa Pantau Objek Wisata

POLMAN, TAYANG9 – Memasuki masa libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Babinsa jajaran Kodim 1402/Polman terus…

3 hari ago

Bedah Buku Biografi Barlop: Jejak Integritas yang Tak Lekang Waktu

POLMAN. TAYANG9 — Bedah buku biografi Baharuddin Lopa “Kesaksian Tentang Barlop, Jejak Integritas Seorang Jaksa”…

4 hari ago