Pelatihan 25 Kompetensi Kader Posyandu Bersama Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya
SEMANGAT membangun Indonesia sehat kembali bergema di pelosok Sulawesi Barat. Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya (TEP UB) hadir di Kawasan Transmigrasi Tubbi Taramanu, Polewali Mandar, dengan membawa misi besar: mendorong layanan kesehatan berkelanjutan melalui pelatihan kader Posyandu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen TEP UB untuk mewujudkan “Kawasan Transmigrasi Sehat Berdampak”, sebuah gagasan yang lahir dari mimpi besar mahasiswa untuk menjadikan daerah transmigrasi sebagai model pembangunan kesehatan berbasis masyarakat. Dengan mengedepankan kolaborasi, tim ini berupaya menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya kader Posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di desa.
Selama dua hari, 3 – 4 September 2026 lalu, sebanyak 19 kader dari Desa Taramanu dan Satuan Pemukiman Taramanu Tua mengikuti pelatihan intensif. Mereka digembleng dengan 25 kompetensi dasar kader Posyandu, mulai dari pengetahuan kesehatan masyarakat, pencatatan data, hingga keterampilan praktis dalam pelayanan.
Pelatihan dilakukan dengan metode beragam: penyampaian materi, diskusi kelompok, hingga praktik langsung. Pendekatan ini membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kegiatan Posyandu sehari-hari.
Pelatihan 25 kompetensi kader Posyandu menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas kader dan mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di kawasan transmigrasi Tubbi Taramanu, Polewali Mandar.
Salah satu materi penting adalah konsep Posyandu Siklus Hidup, yang menekankan pelayanan kesehatan sejak bayi, balita, remaja, ibu hamil, hingga lansia. Dengan pemahaman ini, kader diharapkan mampu melihat pelayanan kesehatan sebagai sebuah rangkaian berkesinambungan, bukan sekadar kegiatan bulanan.
Selain itu, peserta juga dilatih mengenai 5 Langkah Posyandu, sebuah panduan sederhana namun efektif agar pelayanan berjalan lebih terstruktur dan sesuai standar. Langkah-langkah ini mencakup persiapan, pelaksanaan, pencatatan, pelaporan, dan tindak lanjut.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung hangat, banyak pertanyaan muncul, dan praktik lapangan dilakukan dengan penuh semangat.
“Pelatihan ini sangat membantu kami. Sebelumnya masih ada beberapa hal yang belum kami pahami. Setelah mengikuti materi dan praktik, kami jadi lebih mengerti apa yang harus dilakukan sebagai kader. Harapannya, ilmu yang kami dapat bisa kami terapkan saat Posyandu dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Ibu Asmara, salah satu peserta.
Melalui kegiatan ini, Tim Ekspedisi Patriot UB berharap kader semakin percaya diri menjalankan peran sebagai penggerak kesehatan masyarakat. Penguatan kapasitas kader juga diharapkan dapat mendukung pelayanan Posyandu yang lebih optimal, sehingga masyarakat di kawasan transmigrasi dapat merasakan manfaat nyata dari pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Dalam tim ekspedisi ini, sejumlah anggota tim yang terlibat masing-masing, Abu Nawas, S.Tr.Gz., M.Gz, Nel Fiarosa, SKM, Nona Maharani Al Fariza, S.Gz., Dietisien, Tegar Setiawan Pratama, Ns., S.Kep., Ashabul Kahpi, S.Kom.,M.Kom dan dipimpinan langsung dr. Rivo Yudhinata Brian Nugraha, M.Biomed, PhD, selaku ketua tim.
Kepada media, Ketua Tim Ekspedisi Patriot UB, dr. Rivo Yudhinata Brian Nugraha, M.Biomed, PhD menegaskan, kegiatan dimaksudkan bukan sekadar pelatihan, melainkan bagian dari gerakan besar untuk menghadirkan perubahan.
“Kami ingin membuktikan bahwa mimpi besar bisa diwujudkan dengan kerja nyata. Dengan melibatkan masyarakat, khususnya kader Posyandu, kami percaya dampak yang dihasilkan akan lebih berkelanjutan. Artinya kami ingin memastikan bahwa, kerja nyata sungguh-sungguh mampu melahirkan dampak besar ” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari desa. Dengan memperkuat kapasitas kader Posyandu, masyarakat memiliki pondasi yang lebih kokoh untuk membangun kesehatan berbasis komunitas.
# Kader Bergerak, Posyandu Menguat, Masyarakat Sehat.
MATENG, Tayang9.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Tengah, Marhudin, S.Pd., M.Pd., membuka kegiatan Sosialisasi…
SEJARAH bukan sekadar rangkaian tanggal, nama, dan peristiwa yang tersimpan dalam buku. Ia adalah ruang…
MAJENE, TAYANG9 — Bedah Buku dan Diskusi Sejarah Maemunah Djud Pantje: Guru dan Pejuang dari…
POLMAN, Tayang9 – Suasana berbeda terlihat di Makodim 1402/Polman, Sulawesi Barat. Ratusan warga dari berbagai…
POLMAN, Tayang9 – Kemarau panjang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi…
ADA banyak cara untuk belajar menjadi manusia. Sebagian berlangsung di ruang kelas, melalui buku, pelajaran,…