Categories: KOLOMMS TAJUDDIN

Bom dan Nilai Kemanusiaan Kita

TATKALA kebangetan nilai kehidupan kemanusiaan bersesama munukik jauh ke titik yang paling terendah. Maka masih tersisakah secuil dari nilai-nilai hidup kemanusiaan kita sebagai suara kebatinan kita. Ledakan bom yang memekik memecahkan irama santun kehidupan kita membuat kita seakan gelagapan. Tak tahu, kita mempercayai siapa lagi dalam kehidupan ini.

Dan saya menulis catatan ini saat pagi ditemani kopi di teras sebuah hotel dan berada dalam jarak 300-an meter dari lokasi ledakan bom serangan 14 Januari 2016 lalu di sekitar Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Saat ledakan terjadi di dua tempat, yakni daerah tempat parkir Menara Cakrawala, gedung sebelah utara Sarinah, dan sebuah pos polisi di depan gedung tersebut.

Kala itu sedikitnya delapan orang, empat pelaku penyerangan dan empat warga sipil dilaporkan tewas dan 24 lainnya luka-luka akibat serangan ini. Tujuh orang terlibat sebagai pelaku penyerangan, dan organisasi Negara Islam Irak dan Syam mengklaim bertanggung jawab sebagai pelaku penyerangan kala itu.


Kita lalu bertanya apa benar, yang ada dalam kepala dan para pelaku teror itu, adakah suara kebatinan kemanusiaan mereka telah soak oleh iming-iming surga yang bagi mereka harus ditempuh dengan jalan membunuh sesama?

Hidup memang sering hanyalah potongan kisah yang patriotisme yang salah kaprah dan salah nilai. Dan begitu kita membaca kitab-kitab adakah kita lalu akan berlari keluar jalan lalu mencari kaum kafir yang bagi kita adalah setan dan iblis kehidupan?

Tidak, tersebab kitab-kitab tidak mengajari kita untuk membunuh sesama. Kitab justru merekomendasikan kebaikan dan penjagaan kita kepada sesama. Demikian kita diciptakan sebagai wakil Tuhan di atas muka bumi untuk menebarkan kebaikan dan cinta kasih bersesama. Bersesama bukan hanya kepada manusia, bahkan kepada semua ciptaan dan makhluk Tuhan kita wajib memberikan penghargaan dan kebaikan.

Ya, kita tidak diminta untuk lalu menjadi Tuhan yang akan membunuh sesama kita. Nyawa manusia tidak berada ditangan kita. Karena nyawa kita sendiri ada di tangan Tuhan. Maka teriakan kita atas nama Tuhan, adalah tesis berlebihan dari penghargaan kita kepada tata laku keberagamaan kita hari ini yang amatlah keliru dan salah kaprah. Jika teriakan atas nama Tuhan itu diikuti dengan pembunuhan dan tabiat kebuasan kita untuk mematikan sesama kita sebagai manusia.


Maka kebengisan napi teroris di Mako Brimob yang lalu kemudian disusul dengan pengeboman gereja dan bahkan ledakan di sebuah rusun sidoarjo yang kesemuanya meregangkan nyawa sesama kita, menjadi petunjuk nyata bagi kita, bahwa agama oleh sebagian pihak telah diletakkan di jalan yang menyimpang. Maka teriakan lantang selamatkan manusia sebagai upaya menyelamatkan kehidupan makluk bumi, menjadi penting hari ini. Tersebab Indonesia tak pernah takut.

Dan jelang siang, sesaat sebelum tulisan ini selesai, aku merinding membaca kiriman sajak Chavchay Syaifullah seniman Banten sahabat saya yang ditulis sesaat setelah ledakan 13 Mei di Jawa Timur itu yang bunyinya begini:

BIADAB

Biadab!

Kau bom gereja
Supaya kau dapat surga

Biadab!
Kau bom gereja
Padahal kau hanyalah manusia

Biadab!
Kau manusia
Kau ingin surga
Kau bom gereja

Biadab!
Manusia mati di tanganmu
Padahal kau hanyalah manusia
Surga tetap berada di tangan Tuhanmu
Bukan di tangan pembunuh


Biadab!
Kau ingin surga
Kau bom gereja
Kau bunuh manusia
Kau hancurkan surga

Biadab!
Surga
Kini tak ada lagi surga

Biadab!
Tuhan pun telah kau bunuh

MS TAJUDDIN

belajar membaca dan menulis juga pembelajar di kehidupan

Recent Posts

Muhammad Irsyad (Peneliti SSI Script Survei Indonesia): Walk Out NasDem dan Pentingnya Membangun Komunikasi Politik yang Setara dalam Koalisi

Peneliti SSI Script Survei Indonesia Wilayah Sulawesi Barat, Muhammad Irsyad, menilai dinamika yang terjadi dalam…

13 jam ago

Ziarah Makam Leluhur Poralle Salabose: Rangkaian Acara Maulid Nabi Muhammad SAW

MAJENE Menjelang pelaksanaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Poralle Salabose, Senin 24 Agustus 2026…

16 jam ago

UNASMAN Kukuhkan 206 Guru Profesional

POLMAN, TAYANG9 - Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Program…

18 jam ago

Diskominfostatisper Mamuju Tengah dan MAFINDO Sulbar Edukasi Publik Tangkal Hoaks Lewat Dialog Literasi Digital

MAMUJU — Kepala Bidang Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostatisper) Kabupaten Mamuju Tengah, Nur…

19 jam ago

Pemprov Sulbar Tetapkan Logo HUT ke-22, Ini Makna dan Filosofinya

MAMUJU, TAYANG9 — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menetapkan penggunaan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22…

1 hari ago

Jembatan Perintis Garuda Segera Dibangun, TNI dan Warga Tutar Gelar Doa Bersama

POLMAN, TAYANG9 – Sebelum pembangunan dimulai, anggota TNI bersama masyarakat menggelar doa bersama di lokasi…

1 hari ago