Foto Imelda Ma'mun Hasanuddin.Caleg DPRD Sulbar Dapil Majene.
Mamuju – Tayang9 – Maju sebagai Calon Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat dari Partai Gerindra Kabupaten Majene Imelda Ma’mun Hasanuddin, beberkan sejumlah alasannya.
Menurut Imelda, alasan utama yang mendasari dirinya maju sebagai Caleg pada Pemilu legislatif pada bulan April tahun 2019 mendatang, karena
adanya amanah dari ayahanda Prof Dr.Ma’mun Hasanuddin sebelum berpulang, yang sempat memberikan pesan melalui via telepon agar dirinya pulang ketanah Mandar.
“Pesan singkat tapi bermakna, itulah yang menjadi spirit saya awalnya, sehingga Bismillah dengan niat baik, saya memutuskan maju sebagai calon legislatif dengan kendaraan Partai Gerindra untuk dapil Majene,” ucap Imelda via Whatsaap, Rabu, 20/02/19.
Selain itu ia juga menambahkan, bahwa dirinya ingin mencoba untuk meneruskan hasil yang sebelumnya telah dirintis oleh para pejuang pendiri Sulawesi Barat, dengan cara bekerja dengan hati dan rasa dalam membantu menjadi jembatan buat rakyat didaerah dalam menyalurkan aspirasi-aspirasi mereka, dan dibawa kembali untuk Kemajuan Provinsi Sulawesi Barat pada umumnya, dan Kabupaten Majene khususnya.
“Dan cinta ayah saya kepada tanah leluhurnya menjadi pedoman buat saya dalam mengabdi, karena saya sebagai putri beliau tentu saja akan sekuat daya, dan upaya untuk selalu menjaga marwah almarhum dan keluarga sampai ajal menjemput saya kelak insya ALLAH,” tutupnya.(FM)
POLMAN, TAYANG9 - Sistem Informasi Desa Smart (SiDea Mobile) Launching pada Peringatan Hari Desa Nasional…
POLMAN, TAYANG9 - Melalui pembekalan dan pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Multimatik Program Unasman…
SUMARORONG, TAYANG9 - SMK Negeri 1 Sumarorong Kabupaten Mamasa, melaksanakan kegiatan Perayaan Natal yang diikuti…
SUMARORONG, TAYANG9 — SMKN 1 Sumarorong menggelar rapat Persiapan Proses Belajar Mengajar (PBM) semester genap…
POLMAN, TAYANG9 – Dalam rangka melakukan pembenahan dan mengevaluasi kinerja internal jajaran Pengawas Pemilu, Badan…
PENGELOLAAN kebudayaan di Sulawesi Barat selama ini cenderung berhenti pada level simbolik. Festival, seremonial, pendataan…