POLMAN, TAYANG9 – Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Provinsi Sulawesi Barat menetapkan Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin, M.Si sebagai Ketua FOPI Sulbar periode 2026–2030 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) yang digelar di Gedung MK Universitas Al Asy’ari Mandar (Unasman), Polewali Mandar, Sabtu (8/3/2026).
Penetapan tersebut merupakan hasil kesepakatan peserta musyawarah yang dihadiri pengurus serta perwakilan FOPI dari sejumlah kabupaten di Sulawesi Barat.
Musprov ini merupakan agenda organisasi dalam rangka konsolidasi kepengurusan sekaligus penguatan pengembangan olahraga petanque di wilayah Sulawesi Barat.
Kegiatan musyawarah dipimpin oleh Ketua Panitia Syarif Muhayyang. Turut hadir Sekretaris Umum FOPI Sulawesi Barat Andrian, S.Pd., yang memberikan dukungan terhadap jalannya musyawarah serta penguatan organisasi FOPI di tingkat provinsi.
Musyawarah tersebut dihadiri perwakilan dari empat kabupaten di Sulawesi Barat, yakni Majene, Mamuju Tengah, Polewali Mandar, dan Mamasa.
Ketua terpilih Chuduriah Sahabuddin menyampaikan komitmennya untuk membangun sinergi dengan seluruh pengurus kabupaten guna memajukan olahraga petanque di Sulawesi Barat. Ia juga menekankan pentingnya memperluas pembinaan atlet untuk meningkatkan prestasi di tingkat daerah maupun nasional.
Melalui Musprov ini, FOPI Sulawesi Barat diharapkan semakin solid dalam menjalankan program organisasi serta mendorong pengembangan olahraga petanque agar semakin dikenal dan diminati masyarakat.
BEBERAPA hari yang lalu saya membaca sebuah unggahan di media sosial yang membahas tentang perbandingan…
PASCA Hiroshima dan Nagasaki, Jepang tidak hanya membangun kembali gedung-gedung yang hancur. Mereka juga membangun…
MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menggelar sosialisasi persiapan…
SALAH satu persoalan yang paling terasa dalam Ranperda Pemajuan Kebudayaan ini adalah cara pandangnya yang…
Majene, Tayan9 - Isu yang diarahkan kepada Kepala Puskesmas (Kapus) Sendana 1 Erwin, dinilai tidak memiliki…
SETELAH membaca berulang-ulang selama berhari-hari, kesalahan paling mendasar dalam rancangan perda ini adalah cara pandangnya…