Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

AMPM Kecam Tindakan Refresif Aparat, Kapolres: Jika Terbukti Akan Ditindak

POLMAN, TAYANG9-Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Polewali Mandar (AMPM) kembali menggelar aksinya di perempatan Mesjid Suhada – Lapangan Pancasila Polewali Mandar, Senin 30 September 2019.

Dalam aksinya AMPM mengecam aparat yang bertindak refresif dalam penanganan aksi demontrasi di sejumlah wilayah termasuk di Polewali Mandar.

Koordinator aksi gabungan mahasiswa yang meliputi, HMJ Komunikasi IAI, HMJ Hukum IAI, HMI, GMNI, GMKI, FPPI Himagrotek, BEM Biges, BEM STISIP, GEPMA Aralle, Pemura dan BEM STISIP, Muhammad Asri dalam tuntutannya mengatakan, pihaknya menuntut empat hal yakni mengecam tindakan represif aparat kepolisian yang dilakukan kepada seluruh demonstran aksi penolakan pengesahan beberapa RUU, termasuk yang mereka gelar di di kantor DPRD Polman Rabu 25 September 2019 lalu.

“Dengan ini kami dari AMPM mengutuk keras dan mengecam tindakan represif aparat terhadap demonstran di seluruh Indonesia termasuk demonstran AMPM,” tegasnya.

Dikatakannya, terdapat empat demonstran AMPM yang menjadi korban tindakan represif aparat kepolisian Polres Polman saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di kantor DPRD Polman lalu itu.

“Ada empat orang korban yang sudah terkonfirmasi, termasuk ada perempuan,” kata Muhammad Asri.

Dalam aksinya, selain dibarengi gerakan teaterikal, mereka juga melakukan long march yang diawali dengan berorasi di depan kampus IAI DDI Polman, Kampus unasman, Depan Gedung Gadis dan di depan kantor DPRD Polman. Terakhir mereka berorasi di perempatan Masjid Suhada – Lapangan Pancasila dan berakhir di Mapolres Polewali Mandar.

Jika Bukti Kuat, Akan Ditindak Secara Hukum

Sementara itu, Kapolres Polman, AKBP Muhammad Rifai mengatakan, tuntutan mahasiswa sudah ditindak lanjuti dengan mengundang beberapa anggota Polres polman yang bertugas mengamankan aksi unjuk rasa di DPRD Polman.

“Kami akan tindak lanjuti laporan tentang adanya anggota yang melakukan tindakan represif. Dan bilamana terbukti, maka akan di proses secara hukum baik sanksi disiplin maupun pidana,” ungkapnya.

Ditambahkannya, saat ini pihaknya telah memeriksa beberapa saksi terkait adanya dugaan tindakan represif dari oknum anggota Polres Polman terhadap para demonstran.

“Kalau cukup bukti kuat dengan laporan tersebut, maka kami akan tindak secara hukum dan diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegas Kapolres.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini sudah ada dua orang mahasiswa yang melapor atas dugaan tidak pemukulan oleh anggota Polres Polman.

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Recent Posts

MMEC 2026 Resmi Ditutup, Kolaborasi Seniman Warnai Malam Penutupan di Buttu Ciping

POLMAN, TAYANG9 – Mandar Musik Ethno Concert (MMEC) 2026 yang digelar selama tiga hari, 9–11…

1 hari ago

Hipnotis Gulintang: Kidung Sunyi yang Nyaris Senyap di Pesisir Bambalamotu

SIANG itu, terik matahari di Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, terasa begitu menyengat, seolah bersiap memanggang…

2 hari ago

Membangkitkan Kembali Jati Diri Musik Etnik Mandar di Tangan Generasi Muda

MUSIK tradisional merupakan salah satu unsur penting dalam identitas suatu bangsa. Di dalamnya tersimpan sejarah,…

2 hari ago

Percepat Integrasi SIMPEG dan Aplikasi Gaji Web, Kabiro SDM: Datamu Kariermu

Makassar, Tayang9 — Kemenag terus mempercepat transformasi digital di bidang kepegawaian melalui persiapan implementasi interkoneksi…

3 hari ago

Mandar Ethno Music Concert: Tradisi yang Berbicara ke Masa Depan

POLMAN, TAYANG9 – Gemuruh ruh musik etnik kembali menggema di halaman Taman Budaya dan Museum…

4 hari ago

Malam Ini, Sulbar Bergetar! Mandar Music Ethno Concert 2026 Resmi Menghentak Panggung Taman Budaya

POLMAN, TAYANG9 — Provinsi Sulawesi Barat bersiap menjadi panggung pergelaran seni budaya akbar melalui perhelatan…

4 hari ago