Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

MMEC 2026 Resmi Ditutup, Kolaborasi Seniman Warnai Malam Penutupan di Buttu Ciping

Irma Trisnawati: Bukan Akhir perjalanan, tetapi Awal Membangun Ruang Kreatif Berikutnya

POLMAN, TAYANG9 – Mandar Musik Ethno Concert (MMEC) 2026 yang digelar selama tiga hari, 9–11 Juli 2026, di UPTD Taman Budaya dan Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Buttu Ciping, Tinambung, resmi ditutup pada Sabtu malam 11 Juli 2026.

Penutupan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh penampil serta kolaborasi spontan para seniman musik tradisi Sulawesi Barat di atas panggung.

Kegiatan yang mempertemukan musisi, budayawan, seniman, guru dan akademisi serta masyarakat tersebut menjadi penutup rangkaian pertunjukan yang menampilkan perkembangan musik tradisi Mandar, mulai dari segmen pakem, kreasi dan konservasi, hingga eksplorasi musik etnik berbasis teknologi.

Kepala UPTD Taman Budaya dan Museum Sulawesi Barat, Irma Trisnawati dalam sambutan penutupan kegiatan mengatakan, MMEC 2026 telah menjadi bagian penting pergerakan kesenian dan kebudayaan di Sulawesi Barat, khusus seni musik tradisi kreasi kontemporer,  sekaligus menjadi ruang kolaborasi dan profesionalisme bertumbuh secara bersama.

“Alhamdulillah, Mandar Musik Ethno Concert 2026 telah kita selesaikan dengan baik. Selama tiga hari, kita tidak hanya menyaksikan pertunjukan musik, tetapi juga menyaksikan bagaimana semangat kolaborasi, kecintaan terhadap budaya, dan profesionalisme tumbuh bersama. Ini menjadi bukti bahwa ekosistem seni budaya di Sulawesi Barat memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang,” ujarnya.

Irma menyampaikan, atas nama UPTD Taman Budaya dan Museum, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, pihaknya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh seniman, kurator, vendor, tim teknis, pegawai UPTD, budayawan, media, serta seluruh masyarakat yang telah menjadi bagian dari suksesnya penyelenggaraan MMEC 2026. Keberhasilan ini adalah hasil gotong royong dan kerja kolektif semua pihak.

“MMEC bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk membangun ruang-ruang kreatif berikutnya. Kami berharap semangat yang lahir selama tiga malam ini terus hidup, menginspirasi generasi muda untuk mencintai, mempelajari, dan mengembangkan musik tradisi sebagai identitas budaya yang harus dijaga bersama,” bebernya.

Juga dikatakannya, ke depan UPTD Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen untuk menjadikan MMEC 2026 sebagai standar profesionalisme seniman, kurator, vendor dan penyelenggara teknis dalam mengusung event yang berkualitas.

“Harapan kami, semoga event ini sungguh-sungguh bisa menjadi ruang apresiasi, ruang edukasi, ruang dokumentasi, sekaligus ruang inovasi bagi para pelaku seni. Kami ingin musik tradisi Sulawesi Barat tidak hanya hidup di daerahnya sendiri, tetapi ke depan juga mampu tampil dan dikenal di tingkat nasional hingga internasional. Mari bersama semua pihak untuk terus merawat warisan budaya ini dengan karya, kolaborasi, dan komitmen bersama,” kunci Irma.

Dalam kesempatan yang berbeda, Kurator MMEC 2026 Sahbuddin Mahganna menegaskan pentingnya menjaga bentuk asli atau pakem musik tradisi sebagai fondasi pengembangan karya dan itu menurutnya ditemukan pada event MMEC 2026.

“Bagi kami, segmen pakem adalah fondasi. Tanpa menjaga bentuk asli, kita akan kehilangan ruh musik Mandar. Namun pakem juga harus menjadi titik tolak untuk melahirkan inovasi dan kreasi baru dan ini yang telah kita sama kerjakan secara serius bersama-sama,” ujarnya.

Sementara itu, kurator Muhammad Fadel menilai konser dalam usungan MMEC menjadi ruang penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap musik tradisi.

“Konser ini adalah ruang spiritual bagi musik tradisi. Gulintang, gandrang, dan berbagai instrumen etnik lainnya bukan sekadar bunyi, tetapi identitas budaya yang harus terus diwariskan. Ya, ini adalah ruang ibadah para kita para seniman,” katanya.

Adapun kurator Muhammad Junaedi Mahyuddin menekankan pentingnya ruang eksperimental agar musik tradisi mampu berkembang mengikuti perkembangan zaman.

“Musik tradisi harus berani berdialog dengan teknologi dan dunia modern. Dengan begitu, ia tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya,” ujarnya.

Patut menjadi catatan bersama, khusus pada malam penutupan, tampak MMEC berlangsung cukup meriah ketika seluruh seniman dan budayawan yang hadir diajak naik ke atas panggung untuk memainkan alat musik tradisi secara bersama-sama. Kolaborasi tersebut memadukan berbagai instrumen etnik Sulawesi Barat dalam sebuah pertunjukan bersama yang menjadi penutup rangkaian MMEC 2026.

Selama tiga hari pelaksanaan, MMEC 2026 menghadirkan perjalanan musikal yang memperlihatkan perkembangan musik tradisi Mandar, mulai dari penyajian dalam bentuk pakem, pengembangan melalui kreasi dan konservasi, hingga eksplorasi kolaboratif dengan instrumen modern dan teknologi digital.

Melalui penyelenggaraan MMEC 2026, UPTD Taman Budaya dan Museum Sulawesi Barat berharap musik tradisi Mandar semakin dikenal, mendapat ruang yang lebih luas untuk berkembang, serta menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Sulawesi Barat.

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Recent Posts

Hipnotis Gulintang: Kidung Sunyi yang Nyaris Senyap di Pesisir Bambalamotu

SIANG itu, terik matahari di Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, terasa begitu menyengat, seolah bersiap memanggang…

16 jam ago

Membangkitkan Kembali Jati Diri Musik Etnik Mandar di Tangan Generasi Muda

MUSIK tradisional merupakan salah satu unsur penting dalam identitas suatu bangsa. Di dalamnya tersimpan sejarah,…

1 hari ago

Percepat Integrasi SIMPEG dan Aplikasi Gaji Web, Kabiro SDM: Datamu Kariermu

Makassar, Tayang9 — Kemenag terus mempercepat transformasi digital di bidang kepegawaian melalui persiapan implementasi interkoneksi…

2 hari ago

Mandar Ethno Music Concert: Tradisi yang Berbicara ke Masa Depan

POLMAN, TAYANG9 – Gemuruh ruh musik etnik kembali menggema di halaman Taman Budaya dan Museum…

3 hari ago

Malam Ini, Sulbar Bergetar! Mandar Music Ethno Concert 2026 Resmi Menghentak Panggung Taman Budaya

POLMAN, TAYANG9 — Provinsi Sulawesi Barat bersiap menjadi panggung pergelaran seni budaya akbar melalui perhelatan…

3 hari ago

Grand Opening Unasman Mart, Simbol Lahirnya Ruang Mental Wirausaha

POLMAN, TAYANG9 – Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) resmi membuka Unasman Mart melalui acara grand…

4 hari ago