Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Sambut Hari Puisi Nasional 2026, Dinas Perpusip Sulbar Gelar Parade Pembacaan Puisi

MAMUJU, TAYANG9 — Dalam rangka menyambut Hari Puisi Nasional 2026 yang diperingati setiap tanggal 28 April, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan Parade Pembacaan Puisi yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa sastra.

Kegiatan ini dilaksanakan usai acara pembukaan Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Lokal yang digelar di Aula Perpustakaan Daerah Sulbar, Jalan Martadinata, Simboro, Mamuju, Senin (27/04/2026). Parade puisi tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang apresiasi bagi para penulis dan penyair Sulawesi Barat yang telah berkarya hingga ke tingkat nasional.

Sejumlah sastrawan dan penyair Sulawesi Barat turut ambil bagian dalam kegiatan ini, di antaranya Bustam Basir Maras, Adi Arwan Alimin, Mira Pasolong, serta Imelda Adhiyanti. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri dalam perayaan sastra yang sarat makna tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Mustari Mula, juga turut membacakan puisi berjudul “Indonesia, Kami Menggugat”. Pembacaan puisi tersebut disampaikan dengan penuh penghayatan, menggambarkan semangat kebangsaan sekaligus refleksi kritis terhadap dinamika sosial yang berkembang.

Dalam keterangannya, Mustari Mula menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya literasi dan memperkuat ekosistem sastra di Sulawesi Barat.

“Parade puisi ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk membangkitkan kesadaran literasi, menumbuhkan kecintaan terhadap sastra, serta memberi ruang bagi para penyair untuk terus berkarya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Perpusip Sulbar berharap semangat Hari Puisi Nasional dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai literasi dan mengembangkan kreativitas dalam dunia kepenulisan.(*)

ANDI BASO IAN

Santri Kehidupan yang Sedang Belajar Menulis

Recent Posts

Dalam Satu Hari, Secara Maraton Desa Lekopadis Gelar Tiga Musyawarah Sekaligus

POLMAN – Pemerintah Desa Lekopadis menggelar tiga agenda musyawarah penting dalam satu hari sebagai bagian…

1 jam ago

Menanamkan Nilai Luhur Mala’bi’

SALAH satu kekayaan terbesar yang diwariskan oleh para leluhur Mandar kepada generasi penerus bukanlah harta…

4 jam ago

Analisis Interseksionialitas Tokoh Puang Cadzia dalam Cerita Mandar I Kauseng: Kajian Lapisan Makro, Meso, dan Mikro

Sinopsis Cerita Lokal Tragedi I Kauseng Puang Cadzia adalah istri Pa’bicara Balanipa bernama Puang Gamma’.…

4 jam ago

Bedah Film Marlina, Kartini Manakarra Soroti Kekerasan Gender

Majene, tayang9.com — Kartini Manakarra menggelar kegiatan nonton bareng dan bedah film Marlina Si Pembunuh…

2 hari ago

Syekh Abdul Mannan

DALAM sejarah perkembangan Islam di Tanah Mandar, nama To Salama' Syekh Abdul Mannan menempati posisi…

2 hari ago

Analisis Objektif Novel Asmaraloka Karya Danarto, Melalui Pendekatan Semiotika Rolland Barthes

NOVEL Asmaraloka (1999) karya Danarto merupakan salah satu karya sastra Indonesia modern yang paling mengaburkan…

2 hari ago