Di sebuah cafe yang sepi pada malam tahun baru ditemani sebuah kipas angin berputar dalam ritme yang santun. Sebuah masker tergeletak lusuh di lantai tegel berwarna kusam beraroma disinfektan.
Gelas kosong menatap pipet begitu dalam, seakan membincangkan lelaki berbibir tebal yang menyeruputnya siang tadi dan telah berlalu dengan hand sanitizer ditangan.
Malam begitu lengang kalender tanggal dari gantungannya disapu angin dari kipas angin yang masih berputar-putar, seperti pantai yang hanya berisi ombak yang datang dan pergi lagi.
Malam merambat menuju pagi, lelaki itu meringkuk membayangkan kembang api dan dentuman mercon sambut pergantian tahun dalam mimpi.
Sebelum pagi ia menangis menatap mimpinya hanyut menuju lepas pantai dipeluk buih ombak dan gelombang.
Dondori, 31 Desember 2020
POLMAN, TAYANG9 — Dalam kunjungan kerjanya ke sejumlah kecamatan dan desa, Bupati Polewali Mandar, H.…
ADA satu momen ketika bunyi berhenti menjadi sekadar bunyi, dan mulai menjadi jejak. Momen itu…
MENJADI kurator dalam perhelatan ini bukanlah hal yang pernah saya bayangkan sebelumnya. Ketika amanah itu…
MANDAR Ethno Music Concert (MEMC) merupakan sebuah inisiatif yang lahir dari kesadaran akan pentingnya menjaga…
Jakarta, Tayang9 — Ke depan, Kementerian Agama akan menerapkan sistem Manajemen Talenta sebagai mekanisme utama…
POLMAN, TAYANG9 – Upaya pengembangan UPTD Taman Budaya dan Museum (TBM) Sulawesi Barat memasuki tahap…