Setiba di kampungnya, entah apa yang merasuki Kaco mendadak dengan pakaian medis lengkap dirinya berkeliling usai buka ke semua tempat keramaian mengendarai saiyyang balibinna. Seakan ia sedang menyindir sekaligus mengingatkan bahwa malam terakhir ramadan ini tak perlu selebrasi yang berlebihan, tetapi cukup dengan menggemuruhkan takbir dan sujud syukur, setelah kali ini, puasa dan lebaran tidak lagi hanya ditemani sepi dan ketakutan seperti dua tahun sebelumnya.
SUMARORONG, TAYANG9 — SMKN 1 Sumarorong menggelar rapat Persiapan Proses Belajar Mengajar (PBM) semester genap…
POLMAN, TAYANG9 – Dalam rangka melakukan pembenahan dan mengevaluasi kinerja internal jajaran Pengawas Pemilu, Badan…
PENGELOLAAN kebudayaan di Sulawesi Barat selama ini cenderung berhenti pada level simbolik. Festival, seremonial, pendataan…
POLMAN, Tayang9 — Pentas Seni Kreatif II 2025 yang diselenggarakan oleh Ladang Tari Labada sukses…
POLMAN, Tayang9 – Anggota Koramil 1402-02/Wonomulyo, Sertu Bambang Irawan, menerima Penghargaan Bupati Polewali Mandar Tahun…
KEBUDAYAAN Mandar di Sulawesi Barat bukan sekadar warisan estetis atau objek pariwisata, ia merupakan sistem…