Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Musrembang Budong-Budong, Ketua DPRD Mamuju Tengah Soroti Hilirisasi Perkebunan dan Perbaikan Infrastruktur

Jalan Desa Terbatas Dinilai Hambat Distribusi Hasil Panen serta Akses Layanan Kesehatan dan Pendidikan.

MATENG, TAYANG9 — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, memasuki hari keempat pelaksanaan, Rabu (11/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, serta Ketua DPRD Mamuju Tengah, Hj. Nirmalasari Aras.

Dalam sambutannya, Nirmalasari menyampaikan bahwa Kecamatan Budong-Budong memiliki potensi besar di sektor perkebunan. Komoditas kelapa sawit menjadi penopang utama perekonomian masyarakat, disusul kakao dan kelapa dalam yang dinilai memiliki prospek pengembangan lebih lanjut.

Menurutnya, potensi tersebut perlu didorong melalui hilirisasi agar tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk olahan bernilai tambah.

“Hilirisasi komoditas perkebunan seperti sawit dan kakao dapat meningkatkan pendapatan daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya modernisasi sektor pertanian serta penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi agar masyarakat mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan industri.

Meski demikian, Nirmalasari menyoroti persoalan infrastruktur yang masih menjadi keluhan masyarakat. Kondisi jalan desa yang terbatas dinilai menghambat distribusi hasil panen serta akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.

Ia menyebut perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan fasilitas kesehatan, serta pemerataan akses pendidikan berkualitas harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan kecamatan.

“Kami berharap Musrenbang ini menghasilkan program yang konkret dan terukur, termasuk perbaikan jalan prioritas, peningkatan layanan kesehatan, serta dukungan pendidikan vokasi bagi generasi muda,” katanya.

Nirmalasari menegaskan komitmen DPRD untuk mengawal usulan masyarakat agar dapat terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendorong pembangunan Budong-Budong yang lebih maju dan berkelanjutan,” tutupnya.

MUHAMMAD IRSYAD

Peneliti di lembaga konsultan politik "SSI" serta aktif di berbagai lembaga kepemudaan dan dunia kesenian

Recent Posts

Kabiro SDM: Jabatan Ditentukan Kompetensi, Bukan Kedekatan

Jakarta, Tayang9 — Ke depan, Kementerian Agama akan menerapkan sistem Manajemen Talenta sebagai mekanisme utama…

1 hari ago

Cikal Ruang Pembangunan Teater Hall Taman Budaya Sulbar Mulai Disurvei

POLMAN, TAYANG9 – Upaya pengembangan UPTD Taman Budaya dan Museum (TBM) Sulawesi Barat memasuki tahap…

2 hari ago

Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Poralle Salabose

PERAYAAN Maulid Nabi Muhammad SAW di Poralle Salabose, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, bukan sekadar agenda keagamaan…

3 hari ago

Menganalisis Fitur Produk Media di Era Konvergensi Digital

PERKEMBANGAN dunia media saat ini berlangsung jauh lebih cepat daripada yang mampu diikuti masyarakat umum.…

3 hari ago

Tonggak Baru Unasman: Prodi Ilmu Komunikasi Resmi Berakreditasi Baik Sekali

POLMAN, TAYANG9 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman). Program Studi Ilmu…

4 hari ago

Menuju Kongres IX, PW SEMMI SULBAR Berharap Lahirkan Program Ekonomi Umat untuk Daerah 3T

MAMUJU, 1 Juli 2026 – Pimpinan Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Sulawesi Barat/PW SEMMI Sulbar…

5 hari ago