Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Superfood Lokal: Cara Unik Mahasiswa Unasman Polman Olah Kelor Cegah Stunting

POLMAN, TAYANG9 — Upaya pencegahan stunting sejak dini terus digencarkan melalui pemanfaatan potensi pangan lokal. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Multitematik Program Unasman Membangun Desa melaksanakan kegiatan bertema “Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Inovasi Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting Sejak Dini” di Posyandu Dusun Lembang, Desa Tandassura, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Senin 26 Januari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa KKN Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) melalui kolaborasi dengan Kepala Puskesmas Limboro, tenaga ahli gizi, serta kader posyandu setempat. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil serta ibu balita tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam mencegah stunting sejak usia dini, dengan memanfaatkan pangan lokal yang mudah dijangkau masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai stunting, mulai dari pengertian, faktor penyebab, dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Daun kelor diperkenalkan sebagai salah satu bahan pangan lokal yang memiliki kandungan gizi tinggi, seperti protein, vitamin, dan mineral, sehingga sangat potensial untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Sebagai bentuk praktik langsung, mahasiswa KKN Unasman juga memperagakan cara mengolah daun kelor menjadi pangan sehat, yakni puding lumut daun kelor. Olahan ini dinilai praktis, bergizi, aman dikonsumsi, serta dapat dijadikan alternatif menu keluarga, khususnya bagi ibu hamil dan anak balita.

Kepala Puskesmas Limboro, dr. Wirnayanti, menyambut positif inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, pemanfaatan daun kelor sebagai pangan lokal bernilai gizi tinggi sangat sejalan dengan program peningkatan status gizi masyarakat.

“Olahan pangan berbahan dasar daun kelor ini sangat sehat dan bergizi. Inovasi seperti puding lumut daun kelor dinilai efektif untuk mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini, karena mudah dibuat dan bahan bakunya tersedia di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Unasman, Hasbullah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.

“Melalui program ini, mahasiswa belajar mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Pemanfaatan potensi lokal seperti daun kelor merupakan bentuk solusi berkelanjutan yang relevan dengan upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan mendorong kemandirian desa dalam memanfaatkan sumber daya lokal.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unasman berharap pemahaman ibu-ibu di Desa Tandassura mengenai pencegahan stunting semakin meningkat, sekaligus memperkuat peran pangan lokal sebagai solusi strategis dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

NASRUDDIN CARPUS KALPATARU

Selain aktif menulis, anggota muda Kelompok Pecinta Alam Kalpataru Sulawesi Barat ini juga gandrung pada isu-isu kemanusiaan, serta pengembangan desain dan pembuatan website sebagai medium ekspresi dan advokasi.

Recent Posts

Kayuhan Menuju Prestasi Nasional

POLMAN, TAYANG9 — Semangat juang dan optimisme memenuhi suasana kediaman Ketua Indonesia Cycling Federation (ICF)…

24 menit ago

RJI Sulbar Gelar Workshop Jurnal dan Webinar HKI di Majene

Majene, tayang9 — Relawan Jurnal Indonesia Pengurus Daerah Provinsi Sulawesi Barat (RJI Sulbar) menggelar Workshop…

2 jam ago

Dalam Satu Hari, Secara Maraton Desa Lekopadis Gelar Tiga Musyawarah Sekaligus

POLMAN – Pemerintah Desa Lekopadis menggelar tiga agenda musyawarah penting dalam satu hari sebagai bagian…

6 jam ago

Menanamkan Nilai Luhur Mala’bi’

SALAH satu kekayaan terbesar yang diwariskan oleh para leluhur Mandar kepada generasi penerus bukanlah harta…

8 jam ago

Analisis Interseksionialitas Tokoh Puang Cadzia dalam Cerita Mandar I Kauseng: Kajian Lapisan Makro, Meso, dan Mikro

Sinopsis Cerita Lokal Tragedi I Kauseng Puang Cadzia adalah istri Pa’bicara Balanipa bernama Puang Gamma’.…

9 jam ago

Bedah Film Marlina, Kartini Manakarra Soroti Kekerasan Gender

Majene, tayang9.com — Kartini Manakarra menggelar kegiatan nonton bareng dan bedah film Marlina Si Pembunuh…

2 hari ago