Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Masalah PAD Dinilai Penting, Pemasangan TMD di Hotel dan Restoran Oleh Pemkab Mamuju Didampingi KPK

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka pemasangan beberapa Tax Monitoring Data (TMD) kesejumlah titik wajib pungut pajak, Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid, dan sejumlah OPD nya bersama dengan Korwil VIII Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adlinsah Malik Nasution, menyambangi Hotel Grand D’ Maleo, Matos dan restoran Bangi Copitiam, di Jalan Yos Sudarso, Mamuju,Kamis, 05/09/19.

Langkah tersbut dilakukan, karena pihaknya memandang bahwa persoalan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah hal yang penting untuk mendapatKAN pendampingan.

Korwil VIII KPK – RI Adlinsah Malik Nasution mengatakan, mulai saat ini pengelola hotel dan restoran harus berkomitmen menyetorkan pungutan pajak ke daerah, karena sesungguhnya pungutan pajak bukan dibebankan pada wajib pungut (Hotel dan Restoran.red) melainkan pada konsumen yang dititipkan pada wajib pungut, bahkan dengan tegas ia menggambarkan beberapa konsekwensi atas pelanggaran persoalan pajak.

“Bukan menakut-nakuti ya, pelanggaran atas pajak ini ancaman hukumannya jelas, pidana 6 tahun dan denda, jadi jangan main-main, sudahlah kita komitmen saja dengan aturan ini, toh hasilnya yang distorkan ke Pemda akan digunakan kembali untuk membiayai pembangunan di daerah,” ucap Pria yang akrab disapa Coki itu.

Sementara itu ditempat yang sama Bupati Mamuju Habsi Wahid, mengaku sangat berterimakasih atas pendampingan yang telah dilakukan KPK-RI.

“Sejak adanya dorongan dan pemasangan alat yang direkomendasi oleh KPK, pungutan pajak di Mamuju telah memperlihatkan trend peningkatan yang cukup signifikan,” ungkap Habsi Wahid.

Selain itu secara khusus mantan Sekertaris Daerah Kabupaten Mamuju itu, juga mengapresiasi pihak Grand Maleo Hotel yang juga telah menerima pemasangan alat tersebut dengan baik.

“Kalau maleo sudah pasang, pasti yang lain akan mengikuti karena bisa dibilang hotel ini lah salah satu target penyumbang PAD terbesar di Mamuju,” tutupnya.

Lain halnya disampaikan oleh Genderal manager Grand Maleo Hotel Arif Budi, yang mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik atas adanya upaya peningkatan PAD, dengan pemasangaan TMD itu.

“Selebihnya diharapkan hotel maleo akan menjadi pionir, atau pelopor yang akan memberi contoh pada semua pelaku usaha di Mamuju, sekaitan kepatuhan terhadap pungutan pajak pada wajib pungut,” tutur Arif Budi.(*/FM)

MASDAR KAPPAL

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Recent Posts

Manajemen Talenta Kemenag, Menag Tekankan Keadilan Bagi Perempuan

JAKARTA, Tayang9 — Menteri Agama (Menag), Prof. Nasaruddin Umar membuka kegiatan Rapat Koordinasi Implementasi Manajemen…

3 jam ago

Perpusip Sulbar Telusuri Naskah Kuno di Pamboang, Terkait Sejarah Awal Pitu Ba’bana Binanga

MAJENE, Tayang9 — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) melaksanakan kegiatan identifikasi…

3 hari ago

Sat Samapta Polres Polman Gelar Patroli Perintis Presisi di Sejumlah Titik

POLMAN, Tayang9 — Satuan Samapta Polres Polewali Mandar melaksanakan Patroli Perintis Presisi di sejumlah wilayah hukum…

4 hari ago

Jam Pulang Sekolah, Sat Lantas Polres Polman Hadir Atur Arus Kendaraan di Pekkabata

POLMAN, Tayang9 — Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Polewali Mandar melakukan patroli dan pengaturan lalu…

4 hari ago

Upacara HUT ke-81 TNI Digelar Khidmat di Makodim 1402/Polman

POLMAN, Tayang9 — Upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Makodim 1402/Polman berlangsung sederhana namun khidmat, Senin…

4 hari ago

Babinsa Koramil Tinambung Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Pantai Waitawar Polman

POLMAN, Tayang9 — Tumpukan sampah terlihat berserakan di pesisir Pantai Waitawar, Desa Tammangalle, Kecamatan Balanipa, Kabupaten…

4 hari ago