Aisyah Nur, Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Majene
MAJENE, TAYANG9 – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang telah mewabah dan menjadi persoalan nasional walau terjadi hanya di beberapa Provinsi tertentu saja. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) meeupakan penyakit karena adanya infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap atau belah.
Namun terkhusus di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat khususnya, masih termasuk wilayah dengan zona aman dan bebas dalam kasus PMK.
Hal tersebut disampaikan oleh Aisyah Nur, Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Distanabun) Kabupaten Majene. Menurutnya kasus PMK yang telah menjadi persoalan nasional tersebut, untuk saat ini di wilayah Kabupaten Majene, belum ada terindikasi atau ditemukannya hewan ternak yang terkena penyakit kuku dan mulut.
“Dari pentauan kami sejauh ini, belum ada satupun hewan ternak yang utamanya berkuku belah terindikasi atau terkena penyakit kuku dan mulut”, ujarnya.
Dia pun menegaskan jika pihaknya akan terus berupaya untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit hewan tersebut.
“Kami akan terus melakukan pemantauan serta pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan bagi hewan ternak milik warga. Terutama hewan yang diperjual belikan yang akan keluar atau masuk ke wilayah Kabupaten Majene, harus dan wajib dikaratina serta memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)”, ujarnya. (net/**)
MAJENE hari ini dikenal sebagai kota yang tenang di pesisir barat Sulawesi. Namun di balik…
KEMARIN sore saya teringat sebuah percakapan sederhana bersama anak laki-laki saya, Made Ali Maulana M.…
MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026…
KETIKA Allah SWT pertama kali menurunkan wahyu kepada Nabi Besar Muhammad SAW di Gua Hira,…
POLMAN, TAYANG9 - Tahapan persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Polewali Mandar terus…
DI tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat, masyarakat sering kali memahami adat hanya sebagai…