MoU yang telah ditandatangani oleh Bupati Majene dan Menteri Pendidikan RI Tentang Penyelenggaraan Program Sekolah Penggerak (foto Humas Majene)
Majene, Tayan9 – Kabupaten Majene menjadi atau satu –satunya di Provinsi Sulawesi Barat diantara 34 dan 110 Kabupaten kota yang mendapat kesempatan untuk penyelenggaraan program sekolah penggerak.
Bupati Majene Lukman dan pihak Kementerian Pendidikan dalam hal ini LPMP Sulawesi Barat, pada Rabu (27/01), telah dilakukan penandatanganan MoU antara kedua pihak. Nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk menjalin kerjasama strategis yang berkesinambungan dalam penyelenggaraan program sekolah bergerak.
Program sekolah penggerak terdiri dari lima intervensi yang saling terkait dan tidak dipisahkan. Yaitu pendampingan konsultatif dan asimetris, penguatan SDM sekolah, pembelajaran kompetensi holistik, perencanaan berbasis data dan digitalisasi sekolah.
Manfaat program tersebut untuk pemerintah daerah, meningkatkan kompetensi SDM satuan pendidikan, membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan, mempercepat peningkatan mutu daerah, menjadi daerah rujukan praktek baik dalam pengembangan sekolah penggerak, efek multiplyer dari sekolah penggerak ke sekolah laiinya dan peluang mendapatkan pengghargaan sebagai daerah penggerak pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Majene Iskandar yang ditemui usai MoU di rumah jabatan Bupati Majene, menjelaskan program tersebut memang tidak mengcover semua daerah yang ada di Indonesia. Untuk itu Kementerian Pendidikan menilai kesiapan dan respon Pemda dalam menerima program tersebut.
“Saat pertemuan di Makassar lalu, saya datang dan tidak di wakili dan banyak daerah lainnya yang hanya diwakili, saat itu kami diidentifikasi digali oleh pusat, setelah itu disepakati untuk Sulbar hanya Kabuaten Majene saja, termasuk dukungan administrasi sebagai pusat pendidikan di Sulawesi Barat “ jelasnya.
Ditambahkan pula oleh Kepala LPMP Provinsi Sulbar, Sinar Alam, mengatakan kedepannya nanti sekolah penggerak ini diharapkan dapat meningkatan mutu pendidikan, dan ujungnya menghasilkan SDM melalui siswa-siswi berkarakter pancasila termasuk pengembangan kepemimpinan. (hms/**)
POLMAN, TAYANG9 — Pemerintah Desa Lekopadis bersama Posyandu setempat melaksanakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT)…
POLMAN, TAYANG9 – Sejumlah organisasi masyarakat sipil (CSO) di Sulawesi Barat menyatukan langkah untuk memperkuat…
ADA satu adegan yang terus terngiang setelah final Piala Dunia 2026 usai kemarin. Bukan gol…
POLMAN, TAYANG9 – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Polewali Mandar bekerja sama dengan Institut Teknologi…
Jakarta,Tayang9—Kementerian Agama kembali menggelar rutinitas Breakfast Meeting. Kali ini mengulas tentang Persiapan Implementasi Manajemen Talenta,…
Mateng, Tayang9.com – Usai menuntaskan agenda pemerintahan di Jakarta, Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, langsung…