Categories: BERITAFEATURE

Ketika Mahasiswa Berguru ke Desa

MAHASISWA diminta untuk tidak menggurui masyarakat desa, karena masyarakat desa boleh jadi, telah jauh lebih bersumber daya baik dibandingkan mahasiswa. Dan kehadiran mahasiswa dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa mestinya justru datang untuk berguru kepada masyarakat.

Tidak saja berguru disiplin ilmu, tetapi juga berguru tentang etika dan karakter serta tradisi dan nilai-nilai sosial budaya yang telah lama bertumbuh dan hidup di pedalaman desa.

Begitu salah satu benang merah harapan yang dilontarkan oleh Wakil Rektor (Warek) III Intitute Agama Islam (IAI) Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI), Muhammad Arsad saat mengunjungi mahasiswa IAI DDI yang tengah mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan XXIV di Desa Suruang Kecamatan Campalagian, Selasa (8/8).

Sejumlah mahasiswa KKN IAI Polewali Mandar tengah melakukan diskusi terbatas seputar program kerja yang akan mereka laksanakan dilokasi mereka melakukan KN di rumah Kepala Desa Suruang di Kecamatan Campalagian

Arsad mengaku berterima kasih kepada Kepala Desa (Kades) Desa Sumarrang, Jamaluddin yang telah menerima baik mahasiswa IAI DDI itu. “Sebagai pihak kampus kami hendak menyampaikan rasa terima kasih kami kepada bapak Kades yang telah menerima mahasiswa kami. Harapan kami Pak Kades sungguh-sungguh bisa menjadi dosen yang akan banyak mengajari mahasiswa bagaimana menyelenggarakan program kerja dan bagaimana membangun relasi baik dengan warga Desa Sumarrang”.

Dalam kunjungan Arsad di Desa Sumarrang itu, selain ditemani Usman Sanjaya, salah satu dosen IAI DDI juga tampak hadir pula Abdul Wahid, salah satu alumnus dan mantan aktivis jurnalistik kampus IAI yang juga banyak ikut terlibat dalam penyelenggaraan program KKN IAI DDI itu.

Adapaun tujuan kunjungannya, Arsad mengatakan, hal itu adalah bahagian dari upaya untuk melihat langsung dari dekat suasana KKN mahasiswa IAI DDI itu.

“Kedatangan kami di lokasi KKN ini untuk memastikan bahwa mereka telah diterima baik oleh pemerintah desa yang didatangi. Dan alhamdulillah semua telah berjalan sebagaimana seharusnya penyelenggaraan KKN. Itu ditunjukkan dengan telah turunnya mahasiswa kami melakukan observasi di tujuh dusun yang ada di Desa Sumarrang,” urai Arsad.

Dihadapan Jamaluddin, Arsad juga meminta kiranya mahasiswanya dapat sesegera mungkin menjadwalkan penyelenggaraan seminar program desa setelah melakukan observasi yang mendalam di semua dusun yang ada di Desa Sumarrang.

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Recent Posts

MMEC 2026 Resmi Ditutup, Kolaborasi Seniman Warnai Malam Penutupan di Buttu Ciping

POLMAN, TAYANG9 – Mandar Musik Ethno Concert (MMEC) 2026 yang digelar selama tiga hari, 9–11…

5 jam ago

Hipnotis Gulintang: Kidung Sunyi yang Nyaris Senyap di Pesisir Bambalamotu

SIANG itu, terik matahari di Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, terasa begitu menyengat, seolah bersiap memanggang…

20 jam ago

Membangkitkan Kembali Jati Diri Musik Etnik Mandar di Tangan Generasi Muda

MUSIK tradisional merupakan salah satu unsur penting dalam identitas suatu bangsa. Di dalamnya tersimpan sejarah,…

1 hari ago

Percepat Integrasi SIMPEG dan Aplikasi Gaji Web, Kabiro SDM: Datamu Kariermu

Makassar, Tayang9 — Kemenag terus mempercepat transformasi digital di bidang kepegawaian melalui persiapan implementasi interkoneksi…

2 hari ago

Mandar Ethno Music Concert: Tradisi yang Berbicara ke Masa Depan

POLMAN, TAYANG9 – Gemuruh ruh musik etnik kembali menggema di halaman Taman Budaya dan Museum…

3 hari ago

Malam Ini, Sulbar Bergetar! Mandar Music Ethno Concert 2026 Resmi Menghentak Panggung Taman Budaya

POLMAN, TAYANG9 — Provinsi Sulawesi Barat bersiap menjadi panggung pergelaran seni budaya akbar melalui perhelatan…

3 hari ago