Categories: BERITA

Kasus Gizi Buruk Mencuat, Begini Tanggapan Pemuda Polman

Dalam sepekan ini mencuatnya kasus gizi buruk di Polman menjadi pemberitaan oleh beberapa media. Dari persoalan itu, muncul beberapa reaksi dikalangan pemuda Polman yamg turut menyayangkan dengan masih terdapatnya penderita gizi buruk.

Salah satunya tokoh akademisi, Munawir Arifin. Ia menilai problem gizi buruk saat ini merupakan tanggungjawab bersama untuk semua kalangan. Karena menurut Munawir, kasus tersebut mencerminkan bahwa masih ada masyarakat di polman yang tergolong berada dibawah standar kemiskinan yang memprihatinkan.

“Maka dari itu peran pemerintah menjadi penting agar memperhatikan masalah-masalah seperti ini secara saksama. Seperti menanggulangi masalah mendasar ketidakmampuan masyarakat kita dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Misalnya pada aspek pendidikan, kesehatan, pengangguran dll,” bebernya kepada Tayang9.com
via What Shapp.

Sehingga, lanjut Munawir, program pemerintah benar-benar mengarah pada proses peningkatan kesejahteraan masyarakat polman secara menyeluruh.
Termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Salah satu masalah dasar dari kemiskinan adalah pengangguran yang menyebabkan masyarakat tidak mampu menghasilkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya (need base),” terang Munawir Arifin, alumni pasca sarjana Universitas Indonesia itu.

Sementara itu, Anwar salah satu aktifis LIAR Sulbar memiliki pendapat yang berbeda atas mencuatnya persoalan gizi buruk yang mendera Kabupaten Polman saat ini. Menurut Anwar, persoalan gizi buruk seharusnya dilihat dari pola manajemen setiap instansi yang terkait mengenai penanganan atas munculnya kasus itu.

“Yang menjadi fokus utama kita adalah para instansi yang bertugas untuk menangani masalah kesehatan bayi. Salah satunya adalah melihat cara kerja pihak Pustu yang terdapat disetiap desa. Karena pustu menjadi instansi pertama yang seharusnya mengetahui dan menangani jika ada bayi yang terindikasi mengalami gangguan gizi buruk,” ucap Anwar pemuda asal Desa Tanete itu.

Ditempat terpisah, Hamzah pemuda asal Desa Kurma Kecamatan Mapilli, mengatakan kasus penderita gizi buruk seharusnya tidak terjadi lagi di Kabupaten Polman. Sebab, bagi Hamzah, polman merupakan lumbung pangan di Sulbar yang seharusnya mampu menjamin setiap masyarakat.

“Ini mengherankan, Polman dikenal sebagai lumbung pangan Sulbar namun hampir setiap tahunnya masih ada penderita gizi buruk. Kita harus melihat muara kasus tersebut, jangan menganggap kasus gizi buruk meruapak kasus biasa,” himbau Hamzah yang juga salah satu pengurus KNPI kecamatan Mapilli itu.

 

N O'BE

Anak pelaut yang ingin menulis dan membaca di daratan.

Recent Posts

Karhutla Jadi Perhatian, Pemkab Polman Bersama TNI-Polri Tingkatkan Kesiapsiagaan

POLMAN, TAYANG9 - Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar bersama TNI, Polri dan sejumlah instansi terkait memperkuat…

1 jam ago

Swadaya Warga Salabose, Perayaan Maulid Nabi 2026 di Majene Berlangsung Khidmat

MAJENE, TAYANG9 — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah di Poralle Salabose, Kecamatan Banggae,…

2 hari ago

Gotong Royong dan Kemandirian Warga Salabose Sukseskan Peringatan Maulid Nabi 2026

MAJENE, TAYANG9 — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Poralle Salabose, Kabupaten Majene, Sulawesi…

2 hari ago

Tawarkan Model AKIK Menuju Pemerintahan Digital, Mustari Mula Raih Gelar Doktor Studi Pembangunan di Unhas

MAKASSAR, TAYANG9 — Mustari Mula berhasil meraih gelar Doktor pada Program Doktor Studi Pembangunan, Sekolah…

3 hari ago

Tim Peneliti UNASMAN Kembangkan KopiBot Berbasis NLP Bahasa Daerah

POLMAN, TAYANG9 — Tim peneliti Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) mengembangkan KopiBot, chatbot sistem pakar…

3 hari ago

Muhammad Irsyad (Peneliti SSI Script Survei Indonesia): Walk Out NasDem dan Pentingnya Membangun Komunikasi Politik yang Setara dalam Koalisi

Peneliti SSI Script Survei Indonesia Wilayah Sulawesi Barat, Muhammad Irsyad, menilai dinamika yang terjadi dalam…

4 hari ago