HARI ini Kaco ra’musang menuju songi, massea’i balabas yang dulu pernah dijadikan kindo’na maatang battisna saat po’la silau’ gengge moka me’guru. Kaco memeluk balabas itu, uwai mata Kaco mettonang. Ia ingat kindo’na yang begitu tulus ma’atangngi battisna karena apo’langanna. Kaco tak sadar di dalam songi itu, tepat di sudut rosbang Cicci juga sedang tersedu dalam tangisnya sambil marra’itti ba’dawara milik kindo’na. Keduanya sama sadar betapa ibu bisa diingat melalui benda-benda kenangan dan mengantarkan keduanya memanjatkan doa kepada perempuan yang telah melahirkan mereka. [mst]
Majene, tayang9.com — Kartini Manakarra menggelar kegiatan nonton bareng dan bedah film Marlina Si Pembunuh…
DALAM sejarah perkembangan Islam di Tanah Mandar, nama To Salama' Syekh Abdul Mannan menempati posisi…
NOVEL Asmaraloka (1999) karya Danarto merupakan salah satu karya sastra Indonesia modern yang paling mengaburkan…
SALAH satu bagian paling problematis dalam rancangan perda ini adalah pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah. Secara…
BEBERAPA hari yang lalu saya membaca sebuah unggahan di media sosial yang membahas tentang perbandingan…
PASCA Hiroshima dan Nagasaki, Jepang tidak hanya membangun kembali gedung-gedung yang hancur. Mereka juga membangun…