KACO kacce-kacce posi’ setelah lahap mattobong pellima, manggasa’ pupu’ siola doayu wue di kappar pambacangan. Cicci yang sedang mengangkati kappar sisa pambacangan, fokus mengamati Kaco sambil geleng-geleng ulu ma’ita kero-kero na i Kaco. Sedetik kemudian Cicci tipakoro ke atas kappar setelah kaki kanannya nyemplung ke dalam makko sisa doayu boyo’. Gantian Kaco geleng-geleng kepala. [mst]
Majene, tayang9.com — Kartini Manakarra menggelar kegiatan nonton bareng dan bedah film Marlina Si Pembunuh…
DALAM sejarah perkembangan Islam di Tanah Mandar, nama To Salama' Syekh Abdul Mannan menempati posisi…
NOVEL Asmaraloka (1999) karya Danarto merupakan salah satu karya sastra Indonesia modern yang paling mengaburkan…
SALAH satu bagian paling problematis dalam rancangan perda ini adalah pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah. Secara…
BEBERAPA hari yang lalu saya membaca sebuah unggahan di media sosial yang membahas tentang perbandingan…
PASCA Hiroshima dan Nagasaki, Jepang tidak hanya membangun kembali gedung-gedung yang hancur. Mereka juga membangun…