Ket. Foto : Harmoko Putra Sendana yang dipercaya sebagai Asisten Wasit 1 di Laga Final Liga 4 Sulawesi Barat
MAJENE. Tayang9 – Harmoko, Putra asal Sendana mendapat kepercayaan bertugas sebagai Asisten Wasit 1 pada laga final Liga 4 Sulawesi Barat yang mempertemukan Persimaju kontra Taeso Putra. Dalam pertandingan bergengsi tersebut, ia berhasil menjalankan tugasnya dengan baik hingga laga berakhir sukses dan lancar.
Partai final yang berlangsung sengit itu menyita perhatian para pecinta sepak bola Sulawesi Barat. Sebagai Asisten Wasit 1, Harmoko memiliki tanggung jawab penting dalam membantu wasit utama mengambil keputusan, terutama terkait offside, pelanggaran di sisi lapangan, serta memastikan jalannya pertandingan sesuai regulasi.
Sepanjang pertandingan, Harmoko tampil sigap, fokus, dan profesional dalam mengawal jalannya laga. Keputusan-keputusan yang diambil bersama perangkat pertandingan berjalan baik sehingga pertandingan dapat berlangsung tertib, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Laga final sendiri dimenangkan oleh Persimaju 4-0 setelah berhasil mengalahkan Taeso Putra dalam duel penuh tensi tinggi. Keberhasilan penyelenggaraan pertandingan juga tak lepas dari peran perangkat wasit yang mampu menjaga ritme laga tetap kondusif.
Penampilan Harmoko di partai puncak tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sendana. Kepercayaan memimpin laga final dinilai sebagai bukti bahwa kualitas wasit daerah terus berkembang dan mampu tampil di level kompetisi bergengsi.
Dengan suksesnya tugas tersebut, Putra Sendana diharapkan terus menorehkan prestasi dan menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin berkiprah di dunia perwasitan sepak bola. (Irw)
POLMAN – Pemerintah Desa Lekopadis menggelar tiga agenda musyawarah penting dalam satu hari sebagai bagian…
SALAH satu kekayaan terbesar yang diwariskan oleh para leluhur Mandar kepada generasi penerus bukanlah harta…
Sinopsis Cerita Lokal Tragedi I Kauseng Puang Cadzia adalah istri Pa’bicara Balanipa bernama Puang Gamma’.…
Majene, tayang9.com — Kartini Manakarra menggelar kegiatan nonton bareng dan bedah film Marlina Si Pembunuh…
DALAM sejarah perkembangan Islam di Tanah Mandar, nama To Salama' Syekh Abdul Mannan menempati posisi…
NOVEL Asmaraloka (1999) karya Danarto merupakan salah satu karya sastra Indonesia modern yang paling mengaburkan…