MATENG, TAYANG9 – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menerapkan sistem evaluasi bulanan untuk memperketat kinerja pengawas sekolah, kepala sekolah, hingga seluruh bidang di lingkungan dinas.
Kepala Disdikbud Mateng, Marhuding, mengatakan pengawasan dimulai dengan mengumpulkan seluruh pengawas setiap tanggal 4 setiap bulan untuk mempresentasikan hasil kepengawasan di sekolah binaan masing-masing.
“Setiap tanggal 4 kami undang seluruh pengawas untuk memaparkan hasil supervisi dan pengawasannya di sekolah,” kata Marhuding, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 5 Pebruari 2026.
Ia menyebutkan, jumlah pengawas di Mateng sebanyak 17 orang yang meliputi PAUD, SD, dan SMP, dengan masing-masing pengawas membina sekitar 10 sekolah. Dalam forum tersebut, pengawas mempresentasikan hasil pengawasan menggunakan instrumen yang telah disusun.
Melalui presentasi itu, kata Marhuding, kinerja kepala sekolah dan guru dapat terpantau secara menyeluruh, mulai dari proses pembelajaran hingga perencanaan kegiatan sekolah.
“Dari situ kami bisa melihat langsung kinerja kepala sekolah. Semua terpotret jelas dalam laporan pengawas,” ujarnya.
Hasil pengawasan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui rapat evaluasi seluruh kepala bidang setiap tanggal 5 bulan berjalan. Dalam rapat itu, rekomendasi dari pengawas dibahas untuk menentukan langkah lanjutan.
“Kalau ditemukan masalah, misalnya ada guru yang kurang disiplin, maka langsung ditindaklanjuti sesuai rekomendasi pengawas,” jelasnya. Tidak hanya pengawas dan sekolah, Disdikbud Mateng juga melakukan evaluasi rutin terhadap seluruh kepala bidang berdasarkan program kerja yang telah dipaparkan di awal tahun
“Setiap bidang sudah menyusun program kerja tahunan sejak Januari. Setiap bulan kami cek apakah program itu berjalan dan apa output-nya,” ungkap Marhuding. Ia menegaskan, evaluasi tidak sekadar melihat program berjalan atau tidak, tetapi juga menilai hasil yang dicapai.
“Setiap bidang sudah menyusun program kerja tahunan sejak Januari. Setiap bulan kami cek apakah program itu berjalan dan apa output-nya,” ungkap Marhuding. Ia menegaskan, evaluasi tidak sekadar melihat program berjalan atau tidak, tetapi juga menilai hasil yang dicapai.
Menurut Marhuding, sistem evaluasi berjenjang ini diterapkan agar seluruh lini, mulai dari pengawas, kepala sekolah, hingga bidang teknis di dinas, bekerja secara terukur dan bertanggung jawab.
“Dengan evaluasi setiap bulan, kinerja bisa dikontrol dan kualitas pendidikan bisa terus ditingkatkan,” pungkasnya.
POLMAN, TAYANG9 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) terus berkontribusi…
POLMAN, TAYANG9 - Mahasiswa KKN Multitematik PUMD UNASMAN XLI Desa Pambusuang, Nur Lindah, menggelar kegiatan…
POLMAN, TAYANG9 - Mahasiswa KKN UNASMAN Angkatan 40 kolaborasi Program literasi Read Aloud Polman Goes…
POLMAN, TAYANG9 - Desa Kalimbua menjadi lokasi kegiatan pelatihan pembuatan telur asin yang diinisiasi oleh…
POLMAN, TAYANG9 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Multitematik PUMD Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN)…
MATENG, TAYANG9 - Sejumlah jalan amblas di Poros Tobadak, Dusun Sipodeceng, Mamuju Tengah (Mateng) akan…