Foto Direktur LIAR Sulbar Harun Mangku Langit.
Polewali – Tayang9 – Menyikapi munculnya sejumlah tokoh yang saat ini mencalon diri sebagai Anggota DPD-RI di Pemilihan Legislatif 17 April 2019 mendatang, direktur Lembaga Inspirasi dan Advokasi Rakyat (LIAR) Sulawesi Barat Harun Mangku Langit angkat bicara.
Direktur LIAR Sulawesi Barat Harun Mangku Langit, menilai kinerja Empat Anggota DPD-RI khususnya yang mewakili Provinsi Sulawesi Barat di senayan, belum pernah memberikan kontribusi nyata, khsususnya bagi masyarakat desa.
“Tak ada yang kontribusi yang saya lihat pada akar rumput khusus di desa selama ini, kecuali hanya acara seremonial semata saja,” ucap Harun via Whatsaap, Senin, 27/03/19.
Selain itu ia juga menambahkan, bahwa selama 5 tahun masa jabatan sebagai anggota DPD-RI, ia tidak pernah melihat adanya kinerja yang betul-betul memperjuangkan nasib petani, nelayan dan Pedagang Kaki lima (PKL)
“Begini saja, kapan DPD-RI bicara soal petani nelayan, PKL dan lain-lain di sulawesi barat ini ?, karna mayoritas pekerjaannya masyarakat Sulbar ya itu, dan itu tidak perna saya lihat,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, meski demikian ia menganggap keberadaan DPD-RI sangatlah penting, jika dalam menjabat sebagai senator benar-benar konsisten dalam memperjuangkan nasib masyarakat atau daerah yang diwakilinya.
“DPD-RI itu penting, selama betul dia sebagai dewan perwakilan daerah bicara salah satunya bicara soal diatas,” tutupnya.(FM)
MAJENE hari ini dikenal sebagai kota yang tenang di pesisir barat Sulawesi. Namun di balik…
KEMARIN sore saya teringat sebuah percakapan sederhana bersama anak laki-laki saya, Made Ali Maulana M.…
MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026…
KETIKA Allah SWT pertama kali menurunkan wahyu kepada Nabi Besar Muhammad SAW di Gua Hira,…
POLMAN, TAYANG9 - Tahapan persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Polewali Mandar terus…
DI tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat, masyarakat sering kali memahami adat hanya sebagai…