Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

DIKTIS Kemenag Gelar Konsinyering, Kepala Biro SDM Tekankan Tiga Hal

Kepala Biro SDM Kemenag RI, Muhammad Zain: Debirokratisasi, Budaya Akademik, dan Artificial Intelligence

JAKARTA,Tayang9—Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Kementerian Agama RI menggelar Konsinyering Pengangkatan Pertama Jabatan Fungsional Dosen.

Kegiatan tersebut adalah bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kementerian Agama tahun 2026. Berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu, 15–17 Mei 2026, di Hotel Harris Vertu, Gambir, Jakarta Pusat.

Dihadiri Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Prof. Dr. Phil. H. Syahiron Syamsuddin, MA, Kepala Biro SDM, Muhammad Zain, Kasubdit Ketenagaan DIKTIS, Muhammad Aziz Hakim, Kepala Bagian Biro SDM serta para pengelola perguruan tinggi keagamaan Islam.

Dalam forum tersebut, Kepala Biro SDM Kemenag RI, Dr. Muhammad Zain menekankan pentingnya percepatan kenaikan pangkat dosen secara menyeluruh. Menurutnya, proses birokrasi yang berkaitan dengan jenjang karier akademik perlu dievaluasi agar lebih sederhana dan efektif.

Perlu melihat kembali standar operasional prosedur dalam rangka debirokratisasi, sehingga proses kenaikan pangkat dosen bisa lebih cepat dan tepat,” ujar Zain.

Kedua, ia menyoroti pentingnya penguatan budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi keagamaan, terutama dalam penulisan artikel ilmiah. Menurut dia, kemampuan menulis karya ilmiah harus menjadi kebiasaan yang melekat pada profesi dosen, khususnya bagi dosen aparatur sipil negara (ASN).

Penguatan kapasitas akademik itu dapat memberikan dampak nyata, terutama bagi dosen muda, dalam mengembangkan pengetahuan dan kontribusi ilmiah di perguruan tinggi keagamaan,” imbuhnya.

Ketiga, ia menilai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari dalam dunia akademik saat ini. Dosen, terutama generasi muda, didorong memiliki kemampuan memanfaatkan AI untuk memperkaya gagasan dan mendukung pengembangan karier keilmuan mereka.

AI harus dimanfaatkan untuk memperkaya ide-ide cemerlang dan mendukung pengembangan karier akademik sesuai bidang ilmu yang digeluti,” pungkasnya***

FARHAM RAHMAT

Alumnus Hukum IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta Timur dan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. selain aktif sebagai blogger juga aktif dalam pengembangan skill bahasa Inggris dan Arab serta serius nyantri di Majelis Sholawat Simpang M. Ketua Zain Office ini juga dipercaya sebagai editor di media katalogika.com, serta tercatat sebagai pemuda pelopor literasi digital Polewali Mandar

Recent Posts

Dalam Satu Hari, Secara Maraton Desa Lekopadis Gelar Tiga Musyawarah Sekaligus

POLMAN – Pemerintah Desa Lekopadis menggelar tiga agenda musyawarah penting dalam satu hari sebagai bagian…

4 jam ago

Menanamkan Nilai Luhur Mala’bi’

SALAH satu kekayaan terbesar yang diwariskan oleh para leluhur Mandar kepada generasi penerus bukanlah harta…

6 jam ago

Analisis Interseksionialitas Tokoh Puang Cadzia dalam Cerita Mandar I Kauseng: Kajian Lapisan Makro, Meso, dan Mikro

Sinopsis Cerita Lokal Tragedi I Kauseng Puang Cadzia adalah istri Pa’bicara Balanipa bernama Puang Gamma’.…

6 jam ago

Bedah Film Marlina, Kartini Manakarra Soroti Kekerasan Gender

Majene, tayang9.com — Kartini Manakarra menggelar kegiatan nonton bareng dan bedah film Marlina Si Pembunuh…

2 hari ago

Syekh Abdul Mannan

DALAM sejarah perkembangan Islam di Tanah Mandar, nama To Salama' Syekh Abdul Mannan menempati posisi…

2 hari ago

Analisis Objektif Novel Asmaraloka Karya Danarto, Melalui Pendekatan Semiotika Rolland Barthes

NOVEL Asmaraloka (1999) karya Danarto merupakan salah satu karya sastra Indonesia modern yang paling mengaburkan…

3 hari ago