Categories: KOLOM

Berbagi

Fatsun Politik Kanne Baca

KANNE Baca seorang ulama sufi di tanah santri dalam kesederhanaan hidupnya, selain menjadi Imam Masjid, pekerjaannya sebagai tukang jahit kain di pasar kampungnya pun tidak lantas ditinggalkannya. Karena baginya menjadi imam adalah tanggung jawab jam’iyah sosial dan keagamaan, sedangkan pekerjaan sebagai tukang jahit adalah tanggung jawabnya dalam menafkahi istri dan tiga orang anaknya.

Predikatnya sebagai sufi di tanah santri kampungnya itu, sekaligus sebagai imam masjid tidak lantas mengubah kesahajaan hidupnya. Ya, sebagai tukang jahit pakaian yang saban hari ditekuninya di dalam pasar kampungnya yang gersang, tandus dan berhadapan langsung dengan laut lepas yang membentang luas itu.

Membuat warga kampung di tanah santri itu kebanyakan mengandalkan hidupnya pada laut sebagai nelayan dan pencari ikan. Sisanya bekerja dalam sektor jasa lainnya, seperti tukang jahit sendal dan sepatu, tukang perahu, dan selebihnya berdagangan makanan. Termasuk tukang jahit kain sebagaimana yang dilakoni Kanne Baca.

Bak tanah Arab, tanah gersang dan tandus ini menjadi istimewa, karena bukan saja berkah lautan yang luas, tetapi di kampung Kanne Baca itu, pemandangan santri yang lalu lalang menenteng kitab-kitab turash yang ‘gundul’ dan tak berbaris itu menjadi pemandangan yang begitu lazim dan amat jamak ditemukan. Mereka tampak serius talaqqi dan mendatangi sejumlah annangguru untuk belajar kitab ilmu agama.

Di tanah santri yang gersang dan tandus itu, penghidupan cukup sulit. Beruntung, ada satu tradisi berbagi makanan dengan sesama warga kampung yang terus berlanjut dan tak lekang dimakan waktu.

Dan sudah menjadi kebiasaan saban waktu menjelang magrib, ibu-ibu bertudung sarung berjalan sambil menggendong mangkuk sayur atau bungkusan lauk pauk untuk di bawah dari rumah ke rumah-rumah warga dan tetangganya untuk menjadi perjamuan santap malam.

Sahdan, suatu ketika di pasar kampung, tepat di hari pekan pasar yang cukup sepi pelanggang. Datanglah seorang ibu yang ingin menjahit kain di lapak jahit Kanne Baca. Dalam nada ringan dan santun, bahkan nyaris seperti berbisik, Kanne Baca meminta kepada ibu itu, untuk menjahit kainnya pada tukang jahit yang ada di sebelah lapaknya.

“Ibu menjahit kainnya di sebelah saja yah, hari ini saya tidak melihat satupun pelanggan masuk di lapaknya sedang dia punya anak sepuluh. Saya sudah mengerjakan dan mendapatkan upah jahitan hari ini dan itu telah cukup untuk istri dan anakku yang hanya tiga orang”, tutur Kanne Baca kepada Ibu dalam volume suara yang sengaja dikecilkan, agar tak terdengar oleh tukang jahit yang ada di lapak sebelahnya itu.

Dari kisah nyata Kanne Baca ini, mengajarkan kita tentang esensi berbagi. Bahwa berbagi bukanlah hanya pada momentum tertentu. Seperti di waktu-waktu makan atau pada momentum bulan puasa saja. Tapi ada kondisi tertentu yang membuat kita harus mengalah untuk kepentingan orang lain.

Dewasa ini, idealnya, berbagi tidak lagi sekedar mengeluarkan harta benda, seperti zakat dan shadaqah, tapi juga memberi kesempatan kepada sesama kita, untuk juga mendapatkan hasil yang baik dan memadai untuk penghidupannya. Berbagi adalah ekspresi kemanusiaan bukan tuntutan momentum.

Kira-kira begitu. Kopinya sudah dingin, mari kita seruput !

Pambusuang 04-02-2020

BRO CHIKO

Penikmat Kopi Hangat dan Dingin juga Boleh

Recent Posts

Manajemen Talenta Kemenag, Menag Tekankan Keadilan Bagi Perempuan

JAKARTA, Tayang9 — Menteri Agama (Menag), Prof. Nasaruddin Umar membuka kegiatan Rapat Koordinasi Implementasi Manajemen…

3 jam ago

Perpusip Sulbar Telusuri Naskah Kuno di Pamboang, Terkait Sejarah Awal Pitu Ba’bana Binanga

MAJENE, Tayang9 — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) melaksanakan kegiatan identifikasi…

3 hari ago

Sat Samapta Polres Polman Gelar Patroli Perintis Presisi di Sejumlah Titik

POLMAN, Tayang9 — Satuan Samapta Polres Polewali Mandar melaksanakan Patroli Perintis Presisi di sejumlah wilayah hukum…

4 hari ago

Jam Pulang Sekolah, Sat Lantas Polres Polman Hadir Atur Arus Kendaraan di Pekkabata

POLMAN, Tayang9 — Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Polewali Mandar melakukan patroli dan pengaturan lalu…

4 hari ago

Upacara HUT ke-81 TNI Digelar Khidmat di Makodim 1402/Polman

POLMAN, Tayang9 — Upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Makodim 1402/Polman berlangsung sederhana namun khidmat, Senin…

4 hari ago

Babinsa Koramil Tinambung Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Pantai Waitawar Polman

POLMAN, Tayang9 — Tumpukan sampah terlihat berserakan di pesisir Pantai Waitawar, Desa Tammangalle, Kecamatan Balanipa, Kabupaten…

4 hari ago