Pipit

Merupakan dosen hukum, peneliti, dan aktivis perempuan yang percaya bahwa hukum harus menjadi jembatan menuju keadilan, bukan sekadar kumpulan aturan. Fokus kajian dan pengabdiannya mencakup keadilan bagi kelompok rentan, hak perempuan dan anak, kebijakan publik, serta perlindungan hak asasi manusia. Melalui riset, advokasi, dan kolaborasi lintas disiplin, ia berupaya menghadirkan gagasan yang tidak hanya relevan di ruang akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat research, advocacy, and social impact, berkomitmen menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk membangun sistem hukum yang lebih inklusif, humanis, dan berkeadilan.

Empati Tidak Boleh Mengalahkan Fakta

MEDIA sosial kembali menunjukkan betapa kuatnya pengaruh emosi dalam membentuk opini publik. Sebuah video yang memperlihatkan tangisan seorang anak atas…

2 bulan ago

Masihkah Negara ini Aman untuk Perempuan

SEJAK dahulu tindakan kriminal yang menjadikan perempuan sebagai korban silih berganti tayang di stasiun TV, diperdengarkan di Radio dan dicatatkan…

5 tahun ago

TikTok, Perempuan dan Anak

APLIKASI TikTok, begitulah namanya. Siapa saja yang membaca dan mendengarnya maka, boleh jadi yang segera muncul di kepalanya adalah soal…

5 tahun ago

Corona Membawa Hikmah

“Ada Cinta Allah Dalam Setiap Musibah” Buya Yahya PENYEBARAN virus corona atau covid-19 di Indonesia sebagaimana dicatat KOMPAS.com terus meluas.…

7 tahun ago

Keadilan Versi Jelata

“Keadilan jadi barang sukar, ketika hukum hanya tegak pada yang bayar,” Najwa Sihab REFORMASI seperti tak memiliki dampak pada jelata.…

7 tahun ago

Hidup Mati KPK

“Sistem yang dibangun adalah untuk mencari keadilan bukan untuk balas dendam” [Pete Gallego Politisi Amerika] BIARLAH tulisan ini beranjak dari…

7 tahun ago