Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Aktivis Anti Korupsi Soroti Adanya Dugaan Bagi – bagi Proyek di Dinas PU Sulbar

Mamuju – Tayang9 – Aktivis anti korupsi Sulawesi Barat Abdul Rahman Anwar, mengakui bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pemantauan khusus terhadap persiapan lahan untuk Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulbar, lantaran dalam prosesnya terdapat indikasi dugaan bagi – bagi proyek oleh Dinas PU dan Penataan ruang bidang Cipta Karya Provinsi Sulawesi barat.

Menurutnya Abdul Rahman Anwar, lanjutan pematangan lahan kantor Kejakasaan Tinggi (Kejati) Sulbar diduga karena adanya persekongkolan antara pihak Kelompok Kerja (Pokja), PPTK Dinas PU dan penataan ruang bidang cipta karya Provinsi Sulawesi Barat, dengan penyedia barang, jasa.

“Saya menduga penyedia barang dan jasa pematangan lahan di Kejaksaan Tinggi itu ada persekongkolan dengan Pokja dan PPTK Dinas PU Sulbar,”ucap Abdul Rahman Anwar, melalui press rilisnya, Senin,09/12/19.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa munculnya dugaan kasus bagi – bagi proyek tersebut diketahui, setelah pihaknya menerima laporan dari salah satu korban atas nama Syarif, yang mengaku sangat dirugikan dengan dibatalkannya tender oleh Dinas PU Provinsi Sulawesi Barat.

“Beberapa pihak yang merasa dirugikan, dan menurut Syarif salah satu pihak yang dirugikan mengadukan kepada kami bahwa dirinya sangat dirugikan oleh Pihak Dinas, karena terjadi pembatalan tender dengan alasan yang tidak masuk akal, Menurut Korban, bahwa salah perusahaan terkualifikasi dari sistem itu merasa dirugikan karena ada pembatalan tender cepat dengan alasan dari pokja bahwa adanya kesalahan kualifikasi dalam dokumen Kerangka Acuan Kerja, berarti Pokja tidak memahami tentang proses tender cepat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Alumni Hukum UIN Alauddin Makassar itu, juga menuturkan bahwa dari hasil investigasi yang dilakukan, pihaknya menemukan adanya beberapa indikasi pelanggaran, yakni. 1. Indikasi adanya Bagi Proyek atau penyalahgunaan wewenang dari pihak pokja dan PPTK Dinas PU dan Penataan ruang dibidang cipta karya, dan 2. Terindikasi adanya persekongkolan antara Pokja, PPTK dan penyedia barang dan jasa.

“Untuk itu, saya meminta kepada Polda Sulbar, Kajaksaan tinggi dan pihak pihak terkait untuk mengusut kasus ini,” tutupnya.(*/FM)

MASDAR KAPPAL

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Recent Posts

Pembangunan Jembatan Garuda di Tapango Dikebut, Dandim Polman Apresiasi Gotong Royong Warga

POLMAN, Tayang9 - Setelah terputus akibat banjir pada januari 2021, akses penghubung Desa Tapango dan Desa…

1 hari ago

Polres Polman Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Maut, 28 Adegan Diperagakan

POLMAN, Tayang9 – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Polewali Mandar bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU)…

2 hari ago

TNI-Polri di Polman Gelar Olahraga Bersama, Perkuat Sinergitas

POLMAN, Tayang9 – Personel TNI dan Polri menggelar olahraga bersama di Polres Polewali Mandar (Polman), Sulawesi…

2 hari ago

Beasiswa Pemprov Sulbar Buka Jalan Kuliah Fatma, Mahasiswi Unasman Anak Pengemudi Bentor di Madatte

POLMAN, Tayang9 – Program beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) menjadi salah satu upaya membuka…

2 hari ago

Pemkab Mamuju Tengah Perkuat Implementasi SP4N-LAPOR, Dorong Pelayanan Publik Lebih Responsif dan Transparan

MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik…

5 hari ago

Politik Berbasis Lokalitas, Jaringan Sosial dan Dinamika Kekuasaan Jadi Sorotan

POLMAN, TAYANG9 — Identitas budaya, kearifan lokal, jaringan sosial, dan dinamika kekuasaan menjadi pokok pembahasan…

5 hari ago