ENTAH apa yang merasuki Kaco, seteleh sebelumnya saat ramadan yang bau lewat dirinya mendulang sukses menjadi imam bagi Cicci. Namun di luar ramadan, Kaco kembali maomas maringin saat kembali menjadi imam bagi Cicci pada magrib kali ini. Kaco lupa lanjutan pappanguppu yang sudah dia baca separuh. Cicci bingung melihat Kaco kau-kau sokko’. Tak mati akal, Kaco tetap melanjutkannya, dan memilih untuk melanjutkannya, ruku’ dan sujud lalu salam. Seusai salat, dalam doanya dengan suara yang tak disadari terjaharkan, Kaco kepada Tuhan berdoa, “Puang cukuplah virus yang menyiksa kami, jangan pula membiarkan saya takkalupa dengan pappanguppu’, apalagi di depan Cicci sungguh masiria’ tori’ Puang,” mendengar itu Cicci tersenyum masam sambil mengaminkan doa Kaco dalam suara yang dikeraskan dan cenderung pawelle. [mst]
MAJENE hari ini dikenal sebagai kota yang tenang di pesisir barat Sulawesi. Namun di balik…
KEMARIN sore saya teringat sebuah percakapan sederhana bersama anak laki-laki saya, Made Ali Maulana M.…
MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026…
KETIKA Allah SWT pertama kali menurunkan wahyu kepada Nabi Besar Muhammad SAW di Gua Hira,…
POLMAN, TAYANG9 - Tahapan persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Polewali Mandar terus…
DI tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat, masyarakat sering kali memahami adat hanya sebagai…