Sejumlah warga kelurahan Mosso menyegel kantor lurah karena tidak terimah lurah sebelumnya, digantikan oleh orang lain
MAJENE, TAYANG9 – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, menyegel kantor lurah Mosso karena tidak terimah lurah sebelumnya Muhammad Yunus diganti, Kamis 14 April 2022.
“Aksi yang kami lakukan bukan menolak personnya Lurah Baru tapi Kami tidak ingin lurah sebelumnya di ganti. Ingin mempertahan Lurah lama yang menurut kami kinerjanya cukup memuaskan terutama persoalan Sertipikat tanah,” ungkap salah satu warga, Irwan
Sebelumnya warga Kelurahan Mosso membuat petisi untuk mempertahan Lurah pasca pelantikan Bupati Majene terpilih
“Jauh sebelum ada mutasi kami sudah melakukan penolakan dengan membuat Petisi yang di tanda tangani oleh 100 orang keterwakilan masyarakat Kelurahan Mosso dan petisi itu sudah kami sampaikan ke Wakil Bupati Majene,” lanjut Irwan
Menurut Irwan, ketika terjadinya pergantian lurah maka tidak menutup kemungkinan pengurusan sertifikat tanah yang sudah berjalan kembali terbengkalai. Mengingat mereka sudah perjuangkan selama bertahun-tahun
“Kami beranggapan bahwa kalau Bapak Muhammad Yunus diganti maka tidak ada yang bisa menjamin kalau penggantinya dapat atau mau menyelesaikan beberapa tanah yang belum bersertipikat di Kelurahan Mosso. Dan kami berharap Bupati Majene mencabut kembali SK pengangkatan Lurah Mosso baru,” harap Syukran pemuda asal Somba Utara
MEDIA sosial kembali menunjukkan betapa kuatnya pengaruh emosi dalam membentuk opini publik. Sebuah video yang…
Jakarta, Tayang9.com – Kunjungan konsultatif pimpinan dan seluruh pimpinan fraksi DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar)…
Mateng, Tayang9.com – Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Nomor…
Mateng, Tayang9.com – Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ketenagakerjaan…
TIGA puluh tahun silam, langkah pertama saya menapaki dunia pesantren dimulai. Sebuah perjalanan penuh suka…
POLMAN, TAYANG9 – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai tiga persoalan…