Categories: GAGASANOPINI

Termakan Hoax

TAYANG9 – Sebagai pseudo- pengangguran yang masih berstatus fresh graduate, tentu destinasi utama saya adalah bekerja dan digaji. Agar kelak jurusan seirama dengan pekerjaan, saya mengikhtiarkan diri untuk ikut seleksi CPNS formasi guru, dari sini bisa ditebak saya dari jurusan pendidikan. Perkembangan informasi CPNS saya intip dari berbagai lini media online maupun media konfensional.

Tadi siang salah satu channel youtube menginformasikan bahwa semua formasi CPNS guru dialihkan ke PPPK. Sungguh ini informasi yang tak enak untuk saya yang menaruh harap besar agar CPNS formasi guru dibuka tahun 2021.

Saya pun sharing berita hangat ini ke grup WA angkatan kuliah, tak lama, berita itu diklarifikasi oleh seorang teman, katanya itu hoax. Sebagai pembenci hoax, saya gagap menyikapi ini. Gejala yang saya alami adalah gejala umum yang terjadi di zaman serba ringkas ini. Keringkasan ini kadang membawa kita untuk tidak mau repot-repot mengkroscek berita, ini diperparah banyaknya informasi yang bersumber dari media yang tak sesuai standar jurnalistik ;media sosial.

Bahkan kasus semacam ini pernah menggerakkan banyak orang. Sewaktu banyak penolakan terhadap UU CIPTAKER banyak ternyata yang digerakkan oleh hoax, hoax itu jadi salah satu alibi mereka untuk ikut aksi tolak UU CIPTAKER. Lagi-lagi info hoax itu bersumber dari media sosial.

Mengapa makin banyak mengalir Informasi dari media sosial? Media bisa hidup bila ada iklan. Iklan ibarat besin bagi motor, tak ada bensin motor tak bisa jalan. Di era digital ini terjadi persaingan antara media sosial dan media konvensional dalam merebut iklan. Sayangnya media konvensional mulai menunjukkan tanda-tanda kekalahan.

Ini karena media sosial mengandalkan algoritma google. Algoritma membawa iklan ke orang yang tepat dan yang menginginkan. Ini tak ada dalam mekanisme media konvensional. Bahkan baru-baru ini sebuah promosi mobil tak lagi mengandalkan media massa untuk promosi. Karena lebih mending undang youtuber, lebih efisien.

Industri pragmatis pun mengalirkan banyak iklan ke media sosial, sehingga media sosial makin kaya, sebagai konsekuensinya media ini menciptakan badai informasi non layak. Media konvensional yang perlahan tergeser juga menggeser hadirnya berita yang lolos kualifikasi. Jadi apa? Masyarakat sangat rentan kena tipu.

Jika keberadaan media massa semakin kalah dominan maka kita akan sulit menemukan berita yang valid, bahkan akan sampai pada klimaks dimana kita tak kebagian lagi informasi valid. Tapi ada suatu negara yang sedang mengalami ini. Para warganya kompak berdonasi untuk menghidupkan kembali media massanya.

Tapi apakah ini bisa dilakukan di Indonesia? jika melihat spirit literasinya sekarang yang lebih suka baca tulisan pendek nan ringkas dibanding beli buku yang punya kajian mendalam, maka ini sulit dilakukan. Intinya di masa sekarang ini, mari menyaring berita dengan penuh hati-hati, karena banyak sekali berita yang tak bersumber dari media yang kurang kredibel.

MUHAMMAD GUFRAN

Sarjana biasa-biasa yang kebetulan hobi menulis.

Recent Posts

Pemkab Mamuju Tengah Kembali Raih Opini WTP, Bupati Arsal Aras: Jadi Motivasi Tingkatkan Pengelolaan Anggaran

MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas…

1 jam ago

Pemkab Mamuju Tengah Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut dari BPK Sulbar

MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas…

5 jam ago

KPK Gelar Movie Day Antikorupsi di SMKN 1 Sumarorong

MAMASA, TAYANG9 – Sebagai upaya membangun kesadaran antikorupsi di kalangan generasi muda, Komisi Pemberantasan Korupsi…

22 jam ago

Sehat Raga, Jiwa Egois

SETIAP Minggu pagi, kawasan Stadion Prasamya berubah menjadi ruang hidup masyarakat. Orang-orang datang dari berbagai…

2 hari ago

Apa Itu Hari Buku Untuk Generasi?

APA sebenarnya makna Hari Buku bagi generasi hari ini? Apakah ia hanya sebatas tanggal peringatan…

2 hari ago

Bangga Dengan Mandar Kappung Pembolongan

DI penghujung kegiatan Workshop Talenta Bahasa dan Sastra, suasana ruangan sebenarnya terlihat biasa saja. Para…

3 hari ago