Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Soal Maraknya Postingan “Miring” di Medsos Pasca Putusan MK, Ini Kata Direktur IRD Sulbar

Mamuju – Tayang9 – Menyikapi maraknya postingan di Media Sosial (Medsos) yang dinilai “Miring”, terkait hasil pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), tentang Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres tahun 2019, Direktur Institute of Research and Democracy (IRD) Sulawesi Barat Muhammad Assaibin angkat bicara.

Menurut Muhammad Assaibin, maraknya postingan – postingan di Medsos usai pembacaan putusan, yang memojokkan MK ataupun menganggap kemenangan Paslon 01 dengan asumsi kecurangan, dinilai dapat menjadikan warga Net kurang kepercayaan terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.

“Hal demikian ini, dapat menjadikan Netizen kurang kepercayaan terhadap keputusan hukum yang diterapkan di indonesia, utamanya Mahkamah Konstitusi,” ucap Muhammad Assaibin melalui press rilisnya, Jum’at, 28/06/19.

Selain itu ia juga mengharapkan, agar para penggiat Demokrasi di Indonesia, selaku pemilik legitimasi untuk bicara tentang politik dan demokrasi, untuk mengajak, serta menyadarkan anak bangsa, agar kembali merajut persatuan dan kesatuan demi masa depan Bangsa.

“Kok, masih ada juga seseorang yang ikut mengomentari putusan MK. Inikan lucu, tujuan apa coba?.Ini menandakan ketidakdewasaan dalam memahami demokrasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut pria yang berlatar belakang akademisi di salah satu Universitas ternama di Polewali Mandar itu, juga meminta agar kebebasan demokrasi tidak diartikan semenah-menah, khususnya dalam menyampaikan pendapat atau komentar di Medsos.

“Kebebasan dalam demokrasi jangan diartikan semenah-menah semua bisa ikut berkomentar, Negara kita Negara Hukum, dan segala sesuatunya yang ada di Indonesia ada Hukum yang mengaturnya.Jangan sampai akibat Postingan tersebut, terjerat undang-undang ITE muatan penghinaan dan pencemaran nama baik,” terangnya.

Pemuda yang juga mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Polewali Mandar itu, juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempercayakan hasil PHPU pada ahlinya.

“Mari, kita berikan kepercayaan terhadap mereka, yang memahami dan memiliki legalitas, untuk menganilis sesuai metodologinya,” tutupnya. (FM)

MASDAR KAPPAL

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Recent Posts

Satu Lagi To Malaqbi’na Mandar Telah Tiada

Sekitar Pukul 21.45 WITA, 11 Oktober 2026, kabar itu datang seperti angin senja yang membawa…

1 jam ago

Manajemen Talenta Kemenag, Menag Tekankan Keadilan Bagi Perempuan

JAKARTA, Tayang9 — Menteri Agama (Menag), Prof. Nasaruddin Umar membuka kegiatan Rapat Koordinasi Implementasi Manajemen…

3 hari ago

Perpusip Sulbar Telusuri Naskah Kuno di Pamboang, Terkait Sejarah Awal Pitu Ba’bana Binanga

MAJENE, Tayang9 — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) melaksanakan kegiatan identifikasi…

6 hari ago

Sat Samapta Polres Polman Gelar Patroli Perintis Presisi di Sejumlah Titik

POLMAN, Tayang9 — Satuan Samapta Polres Polewali Mandar melaksanakan Patroli Perintis Presisi di sejumlah wilayah hukum…

7 hari ago

Jam Pulang Sekolah, Sat Lantas Polres Polman Hadir Atur Arus Kendaraan di Pekkabata

POLMAN, Tayang9 — Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Polewali Mandar melakukan patroli dan pengaturan lalu…

7 hari ago

Upacara HUT ke-81 TNI Digelar Khidmat di Makodim 1402/Polman

POLMAN, Tayang9 — Upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Makodim 1402/Polman berlangsung sederhana namun khidmat, Senin…

1 minggu ago