Sekretariat DPRD Mejene Diminta Benahi Perencanaan Kas Anggaran

Komisi II DPRD: Ini Agar Bisa Berjalan dengan Sehat

Majene, Tayang9 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene pada Komisi II DPRD, kepada sekretariat DPRD Majene untuk membenahi perencanaan penyusunan anggaran di sekretariat DPRD. Hal itu disampaikan dalam rapat kerjsa

Hasriadi, Ketua Komisi II DPRD Majene dalam kegiatan rapat kerja bersama sekretariat DPRD pada jumat (28/05),
menyampaikan jika ada beberapa perencanan anggaran kas yang dinilai tidak sehat termasuk pada kegiatan angggota DPRD Majene, dimana penyusunannya tidak teratur

“Kenapa saya katakan tidak sehat, sebagai contoh pada perencanaan anggaran, hari senin kita minum, hari selasa tidak minum, terkadang hanya makan kue, kenapa terjadi begitu karena perencanaan anggaran kas tidak teratur, kalau pemeriksaan BPK yah aman, karena alur kas yang diperiksa. Sedang kami DPRD mengawasi bagaimana pemerintahan bisa berjalan dengan sehat,” terangnya.

Lebih jauh Hasriadi mengungkapkan, untuk belanja barang dan jasa di Sekretariat DPRD Majene untuk 2020 masih ada dua item kegiatan yang hingga saat ini belum terealisasi anggarannya.

“Saya minta sekretariat bisa menjelaskan apa penyebab hingga anggaran makan dan minum untuk kegiatan angggota DPRD Majene belum dibayarkan. Apakah SPD2nya sudah ada atau belum, kemudian kalau sudah ada apa alasan tidak dibayarkan, karena yang kami lihat datanya masih ada anggarannya sekitar Rp200 juta lebih yang belum dibayarkan,” ucapnya.

Masih Hasriadi, pihaknya pun meminta agar pihak sekretariat DPRD Majene memperjelas realisasi annggaran untuk gaji dan tunjangan tahun 2020 yang jumlahnya sebanyak Rp3 miliar lebih.

”Jadi saya minta kepada sekretariat agar dibuatkan tiga tabel kegiatan, misalnya kegiatan ini, kemudian anggarannya berapa dan realisasnya berapa, ini agar jelas,” kata Hasriadi

Menanggapai pertanyaan dari Komisi II DPRD Majene, Bendahara pengeluaran sekretariat DPRD Mustari pun menjelaskan, bahwa dari anggaran Rp253 juta yang belum dibayarkan adalah utang biaya perjalanan dinas dan biaya makan minum.

“Anggaran tersebut memang belum dibayarkan pada tahun 2020 oleh bendahara umum daerah, sehingga menjadi utang, namun tetap akan dibayarkan pada angggaraan tahun 2021 di tahun ini, karena sudah ada SPD2nya. Terkait mengenai penyusunan kas anggaran itu ranahnya perencanaan,” terang Mustari. (**)

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Recent Posts

Percepat Integrasi SIMPEG dan Aplikasi Gaji Web, Kabiro SDM: Datamu Kariermu

Makassar, Tayang9 — Kemenag terus mempercepat transformasi digital di bidang kepegawaian melalui persiapan implementasi interkoneksi…

9 jam ago

Mandar Ethno Music Concert: Tradisi yang Berbicara ke Masa Depan

POLMAN, TAYANG9 – Gemuruh ruh musik etnik kembali menggema di halaman Taman Budaya dan Museum…

23 jam ago

Malam Ini, Sulbar Bergetar! Mandar Music Ethno Concert 2026 Resmi Menghentak Panggung Taman Budaya

POLMAN, TAYANG9 — Provinsi Sulawesi Barat bersiap menjadi panggung pergelaran seni budaya akbar melalui perhelatan…

2 hari ago

Grand Opening Unasman Mart, Simbol Lahirnya Ruang Mental Wirausaha

POLMAN, TAYANG9 – Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) resmi membuka Unasman Mart melalui acara grand…

2 hari ago

Sportifitas Tak Lagi Sportif Setelah Poin Lebih Utama dari Nilai Kemanusiaan

PIALA Dunia FIFA 2026 merupakan perhelatan sepak bola terbesar di dunia yang untuk pertama kalinya…

3 hari ago

47 Anak Taman Baca Raudah Nabawi Ikuti Kunjungan Edukasi di Perpustakaan Provinsi Sulbar

MAMUJU, Tayang9.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan edukasi dari…

3 hari ago