Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Puluhan Mahasiswa Polman Gelar Aksi Penolakan Diskriminasi Petani

Puluhan mahasiswa Polman berkumpul di depan kantor DPRD Polman untuk melakukan aksi unjuk rasa. Menuntut agar tidak ada diskriminasi para petani 

Puluhan mahasiswa dari Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman)  dan Institut Agama Islam ( IAI)  Polewali Mandar yang tergabung dalam aliansi peduli petani menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor DPRD Polewali Mandar, Senin (30/10).

Massa aksi berkumpul depan kampus Unasman dan melanjutkan aksinya depan kantor dinas Pertanian, dan titik aksi terakhirnya didepan kantor DPRD Polman.  Secara bergantian massa aksi satu persatu orasi menyampaikan aspirasinya meminta ketua anggota DPRD untuk bertemu dengan massa aksi.

Dalam aksi ini mahasiswa menyampaikan bahwa ada kesan melemahkan dan penkucilan dan merendahkan pekerjaan petani dengan adanya alih fungsi lahan dimana-mana. Dari lahan pertanihan menjadi bangunan perumahan yang dianggap tidak efektif, bahkan banyak bangunan yang tidak difungsikan.

“Kami meminta kepada semua elemen yang mempunyai pengaruh dalam menetukan kebijakan. Termasuk DPRD Polman, untuk memberi kejelasan kepada nasib para petani yang selama ini kami anggap telah di diskriminasi. Para anggota DPRD harus membuat formulasi regulasi kebijakan yang memihak kepada petani,” tegas Saharuddin salah satu pengunjuk rasa kepada tayang9.com

Atas permintaan massa aksi untuk bertemu dengan anggota DPRD dituruti langsung oleh ketua DPRD Polman, dan melangsungkan saling mendengar pendapat apa yang menjadi tuntutan massa aksi dengan berdiri didepan kantor DPRD. Massa aksi menemui ketua DPRD Polman, Fariduddin Wahid dan meminta agar pemerintah kabupaten polewali mandar untuk melaksanakan UU NO. 19 Tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.

Setidaknya ada dua poin menjadi tuntunan aliansi peduli petani yaitu tentang perlindungan lahan pertanian dan pemberdayaan petani.

 

 

 

N O'BE

Anak pelaut yang ingin menulis dan membaca di daratan.

Recent Posts

Giat Penggerak Literasi Mestinya Literat

MAJENE sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan di Provinsi Sulawesi Barat. Julukan sebagai…

6 jam ago

Bayang-Bayang Kota Tua, Arsitektur Pemerintahan Belanda

MAJENE hari ini dikenal sebagai kota yang tenang di pesisir barat Sulawesi. Namun di balik…

1 hari ago

Hari Lahirnya Pancasila: Bukan Sekadar Diperingati, Tetapi Dilahirkan Kembali dalam Kehidupan

KEMARIN sore saya teringat sebuah percakapan sederhana bersama anak laki-laki saya, Made Ali Maulana M.…

1 hari ago

Wabup Askary Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026…

2 hari ago

Membaca Adalah Ibadah Terbesar

KETIKA Allah SWT pertama kali menurunkan wahyu kepada Nabi Besar Muhammad SAW di Gua Hira,…

2 hari ago

Tahapan Persiapan Musyawarah Cabang Berjalan Sesuai Agenda

POLMAN, TAYANG9 - Tahapan persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Polewali Mandar terus…

3 hari ago