Saatnya kappung, santai dan jual mahal. Setelah sekian lama kappung dianggap sebelah mata dipandang kampungan dan dinilai hanya berisi irri-irris, ande beke, titi balang, surati, undungan dan tulumene’. Kini kappung menggemaskan dan dirindukan oleh orang-orang kota di balik sekat pamaretta. “Garriao”, begitu kalimat Kaco kepada Cicci saat keduanya sedang sibuk mattimbarri anjoro dan ma’issi atupe siola buras.
POLMAN, TAYANG9 – Yayasan Badara melalui Badara School menghadirkan Kelas Mewarnai dan Menggambar sebagai salah…
MAMUJU, TAYANG9 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat menerima karya tulis berjudul…
POLMAN, TAYANG9 - Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Sekitar…
MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kecamatan Karossa menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait permasalahan kawasan hutan dan…
MATENG, Tayang9.com – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mamuju Tengah, Ny. Radia Setya Bero,…
POLMAN, TAYANG9 - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat,…