Saatnya kappung, santai dan jual mahal. Setelah sekian lama kappung dianggap sebelah mata dipandang kampungan dan dinilai hanya berisi irri-irris, ande beke, titi balang, surati, undungan dan tulumene’. Kini kappung menggemaskan dan dirindukan oleh orang-orang kota di balik sekat pamaretta. “Garriao”, begitu kalimat Kaco kepada Cicci saat keduanya sedang sibuk mattimbarri anjoro dan ma’issi atupe siola buras.
POLMAN, TAYANG9 – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan pemetaan partisipatif tenurial…
POLMAN, Tayang9 – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Polewali Mandar membagikan masker kepada pengguna jalan…
POLMAN, Tayang9 – Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, mendorong para guru untuk meningkatkan kemampuan dalam…
POLMAN, Tayang9 – Polres Polewali Mandar (Polman) bersama Polsek Tinambung lakukan pengamanan kegiatan Maulid Nabi Muhammad…
POLMAN, Tayang9 – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima unit mobil terjadi di Jalan Poros…
MAMUJU, Tayang9 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) menghadirkan layanan Perpustakaan…