Sebelum sahur, Kaco terbangun, air matanya kembali menetes. Di luar pelan hujan mereda. Diselimutinya Cicci yang masih meringkuk tidur berdaster kenu’. Kaco sedih melihat Cicci yang sebentar lagi lebaran tak juga daster berganti baju baru. Dalam sujud tahajjudnya, Kaco serius meminta, “o pungallahu ta’ala, selebrasi lebaran tak pernah penting bagiku, tetapi lebarkanlah pintu rejeki halalku untuk Cicci siola ana’u. Tukarkanlah setiap tetes keringatku dengan tangis bahagia mereka setiap waktu, khususon di hari saat namamu diteriakkan di seantero semesta”.
POLMAN, TAYANG9 - Melalui pembekalan dan pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Multimatik Program Unasman…
SUMARORONG, TAYANG9 - SMK Negeri 1 Sumarorong Kabupaten Mamasa, melaksanakan kegiatan Perayaan Natal yang diikuti…
SUMARORONG, TAYANG9 — SMKN 1 Sumarorong menggelar rapat Persiapan Proses Belajar Mengajar (PBM) semester genap…
POLMAN, TAYANG9 – Dalam rangka melakukan pembenahan dan mengevaluasi kinerja internal jajaran Pengawas Pemilu, Badan…
PENGELOLAAN kebudayaan di Sulawesi Barat selama ini cenderung berhenti pada level simbolik. Festival, seremonial, pendataan…
POLMAN, Tayang9 — Pentas Seni Kreatif II 2025 yang diselenggarakan oleh Ladang Tari Labada sukses…