POLMAN, TAYANG9 – Agenda Annual Art Mammesa #3 yang akan diselenggarakan di Galeri Marasa, Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulawesi Barat di Buttu Ciping, Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat di area Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulawesi Barat, 16 – 18 November 2026 mendatang kian mulai dimatangkan, itu tampak dari rencana penyelenggaraan Presentasi Tema Kuratorial even yang akan menghadirkan para perupa Sulawesi Barat itu.
Muhammad Gazali, salah satu narahubung penyelenggaraan Presentasi Tema Kuratorial Annual Art Mammesa #3 yang akan digelar di Jeans Cafe & Billiard, Majene, pada Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 16.00 WITA kepada media mengatakan, kegiatan yang dinyatakan terbuka untuk umum ini memiliki peran penting dalam membangun ruang diskusi dan pertukaran gagasan sebelum pameran utama berlangsung.
“Presentasi di hadapan publik, terutama para seniman, budayawan dan media massa serta mahasiswa, menjadi agenda penting untuk membangun ruang berdiskusi dan pertukaran gagasan sebelum penyelenggaraan even digelar,” ujar Gazali yang juga didapuk sebagai kurator pada agenda perayaan seni rupa Sulawesi Barat itu.
Lebih jauh Gazali mengatakan, presentasi di hadapan publik ini, merupakan langkah awal untuk membangun ruang dialog dan memperkuat gagasan kuratorial.
“Presentasi ini bukan sekadar pemaparan tema, tetapi juga momentum untuk membuka percakapan yang lebih luas tentang arah dan makna seni rupa hari ini. Kami ingin agar seniman dan publik terlibat aktif dalam proses berpikir bersama sebelum penyelenggaraan event digelar,” ujar Muhammad Gazali.
Ditambahkannya, Annual Art Mammesa #3 diharapkan menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan beragam perspektif dan memperkaya praktik seni rupa di Sulawesi Barat.
Pernyataan tersebut menegaskan semangat kolaboratif Annual Art Mammesa #3 sebagai wadah terbuka bagi ide-ide baru dan refleksi kritis terhadap praktik seni rupa di Sulawesi Barat.
Patut dicatatan, Annual Art Mammesa #3. Tahun ini, tema kuratorial yang diangkat adalah “Desing of the De-Sign” yang merupakan sebuah ajakan untuk membaca ulang tanda, membongkar makna, dan mempertanyakan kembali apa yang selama ini dianggap mapan.
Acara ini terbuka bagi seniman, mahasiswa, pegiat seni, komunitas kreatif, serta masyarakat umum. Pertemuan akan menjadi ruang untuk mengenal gagasan kuratorial, memahami arah pameran, sekaligus membuka percakapan dan pertukaran perspektif tentang praktik seni rupa hari ini.
Kurator menegaskan bahwa seni bukan hanya tentang apa yang tampak di depan mata, melainkan juga tentang bagaimana kita membaca, mempertanyakan, dan memaknai kembali dunia. Annual Art Mammesa #3 diharapkan menjadi wadah perayaan kemungkinan-kemungkinan baru dalam seni rupa Sulawesi Barat.
Karena itu Muhammad Gazali mengajak, “mari hadir, berdiskusi, dan bersama-sama merayakan seni sebagai ruang pertukaran gagasan. Sampai jumpa di Majene,” tutur Gazali kepada media.
POLMAN, Tayang9 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kabut asap yang melanda wilayah Polewali Mandar, Yayasan…
BAGAIMANA merawat warisan kebudayaan tanpa terjebak dalam romantisme masa lalu? Bagaimana pula seni terus melahirkan…
MAJENE, TAYANG9 — Annual Art Mammesa #3 Tahun 2026 mulai mematangkan arah artistik dan konseptual…
MATENG, Tayang9.Com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mamuju Tengah, Litha Febriani, S.E., M.Si., selaku Atasan…
POLMAN, Tayang9 – Kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mendorong personel…
POLMAN, Tayang9 – Polres Polewali Mandar (Polman) melaksanakan Sholat Istisqa di Halaman Apel Mapolres Polman, Kamis…