Pemindahan IKN Baru, Harmiah: Majene Mesti Memiliki Produk Unggulan untuk Ditawarkan

MAJENE, TAYANG9 – Dengan resminya Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia berpindah dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur. Tentu membutuhkan daerah penyangga di sekitar wilayah Ibu Kota Negara yang baru tersebut, sebagai upaya untuk mendukung segala aktivitas atau terciptanya pembangunan dalam skala jangka panjang.

Menanggapi hal itu, Harmiah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene yang duduk di Komisi II DPRD Majene, menilai bahwa Kabupaten Majene sangat potensial menjadi Penyangga IKN.

“Kalau saya, Kabupaten Majene cukup potensial menjadi penyangga IKN baru. Hal ini didasarkan pada kedekatan jarak Kabupaten Majene dengan IKN baru. Kita tinggal menyebrang laut, maka prodak kita akan sampai ke IKN”, ungkap Harmiah pada Kamis, (24/03) saat ditemui di ruang kerjanya.

Hanya saja, lanjut Harmiah, kita ingin mengetahui bagaimana persiapan pemerintah daerah Majene menghadapi itu.

“Sejauh ini saya belum paham seperti apa pemerintah hari ini dalam merencanakan sebagai daerah yang berdekatan dengan IKN Nusantara”, ungkap Harmiah Politisi dari Partai PPP ini.

Dirinya juga menjelaskan jika hal yang mendasar sekali sampai saat ini yaitu kebutuhan ternak yang sangat tinggi, kalau Majene mau jadi penyangga IKN, Pemerintah Daerah Majene harus berbenah dalam hal sarana produksi khsusnya di bidang pertanian dan peternakan.

“untuk mendukung jika ada permintaan dari IKN nantinya, Pemerintah Majene mestinya memiliki produk unggulan yang bisa ditawarkan ke IKN”, ungkapnya.

Dikatakan jika beberapa waktu lalu dirinya pernah melakukan kunjungan ke Calon IKN, pihaknya akan bangun kerja sama di bidang perdagangan, termasuk juga sumber air minum yang kurang dan dibutuhkan disana. Sehingga Majene diharapkan oleh IKN untuk menyuplai air minum.

“Terkait dengan sumber air bersih atau air minum di Kalimantan Timur khususnya di Penajam, Komisi II pada saat itu membangun komunikasi dengan PDAM untuk menjejaki peluang yang ada, tapi sampai hari ini belum ada pembicaraan lebih lanjut karna pihak PDAM sendiri belum ada konfirmasi ke DPRD dalam hal ini ke komisi II”, tutup Harmiah.

Ditambahkan Harmiah, jika terkait dengan kesiapan atau hal lain untuk Kabupaten Majene sebagai penyangga IKN, saat ini belum ada pembicaraan yang formal antara Legislatif dan Eksekutif. (irw/**)

IRWAN

Seorang yang bukan siapa-siapa namun untuk mengingat sejarahnya memilih untuk menulis

Recent Posts

Percepat Integrasi SIMPEG dan Aplikasi Gaji Web, Kabiro SDM: Datamu Kariermu

Makassar, Tayang9 — Kemenag terus mempercepat transformasi digital di bidang kepegawaian melalui persiapan implementasi interkoneksi…

7 jam ago

Mandar Ethno Music Concert: Tradisi yang Berbicara ke Masa Depan

POLMAN, TAYANG9 – Gemuruh ruh musik etnik kembali menggema di halaman Taman Budaya dan Museum…

21 jam ago

Malam Ini, Sulbar Bergetar! Mandar Music Ethno Concert 2026 Resmi Menghentak Panggung Taman Budaya

POLMAN, TAYANG9 — Provinsi Sulawesi Barat bersiap menjadi panggung pergelaran seni budaya akbar melalui perhelatan…

2 hari ago

Grand Opening Unasman Mart, Simbol Lahirnya Ruang Mental Wirausaha

POLMAN, TAYANG9 – Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) resmi membuka Unasman Mart melalui acara grand…

2 hari ago

Sportifitas Tak Lagi Sportif Setelah Poin Lebih Utama dari Nilai Kemanusiaan

PIALA Dunia FIFA 2026 merupakan perhelatan sepak bola terbesar di dunia yang untuk pertama kalinya…

2 hari ago

47 Anak Taman Baca Raudah Nabawi Ikuti Kunjungan Edukasi di Perpustakaan Provinsi Sulbar

MAMUJU, Tayang9.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan edukasi dari…

2 hari ago