Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Pemerhati Lingkungan Polman, Gelar Diskusi Nasional di Unasman

Hadirkan Direktur Eknas Walhi dan Kiai Bincang Spritualitas Lingkungan

POLMAN, TAYANG9 – Kian meningkatnya permasalahan lingkungan, enam lembaga pemerhati lingkungan di Polewali Mandar (Polman) helat diskusi nasional secara off line dan on line bertepatan dengan hari sumpah pemuda, Kamis 29 Oktober 2021.

Kegiatan yang digelar secara hybrid (off-on Line) itu secara khusus dipusatkan di Gedung Mahkamah Konstitusi Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) itu dibuka secara resmi Rektor Unasman, Dr. Chuduriah Sahabuddin sebagai tuan rumah.

Dalam sambutannya di hadapan peserta, Chuduriah mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dihelat oleh sejumlah lembaga dan mempercayakannya kepada Unasman sebagai titik kumpul acara yang melibatkan para tokoh dan para pecinta lngkungan Kiai, serta Walhi Nasional, Walhi Sulsel, Walhi Sultra dan Sulteng dan diikuti oleh seratus lebih beserta baik offline maupun online.

“Unasman sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan yang bertema spritualitas lingkungan ini. Kami bangga dan menghatur terima kasih kepada enam lembaga yang terlibat dan mempercayakan penyelenggaraannya di Unasman sebagai titik kumpul”, urai Chuduriah di acara yang dibesut Mahasiswa Pecinta Alam Unasman, Kelompok Pecinta Alam Kalpataru, Mahasiswa Pecinta Alam Bina Generasi, Kelompok Pecinta Alam Sandeq, Lembaga Mammesa, serta Pusat Kajian Perempuan Unasman.

Dikatakannya, ditengah pandemi, pengayaan pengatahuan utamanya terkait lingkungan dan spritualitas tidak boleh terhenti. “Karenanya menyikapi pandemi ini yang bisa kita lakukan adalah tetap belajar dengan menggunakan metode yang sadar dan taat pada protokol kesehatan. Seingat saya, setelah kita masuk era pandemi, ini adalah kegiatan pertama yang dihelat oleh para pecinta lingkungan di Unasman dan langsung berskala nasional”.

Diskusi yang dimoderatori Hamdan salah satu dosen Fisip Unasman itu menghadirkan tiga pembicara kunci, Zensi Suhadi (Direktur Eksekutif Nasional WALHI), yang mengulas Masa Depan Indonesia dalam Perspektif Lingkungan, Muhammad Al Amien (Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sulsel) mengulas Sulawesi di Tengah Tantangan Ekologis, serta Annangguru KH. Muhammad Syibli Sahabuddin (Ulama) mengulas Tuhan, Manusia dan Alam.

Muhammad Iqbal Ketua Panitia dalam keterangannya mengatakan, kegiatan dihelat sebagai puncak dari kegelisahan para pecinta lingkungan di Sulbar dan Polman khususnya di tengah marak kian meningkatnya eskalasi kerusakan lingkungan.

“Kegiatan diskusi ini merupakan kegelisahan teman-teman semua, yang pelan khawatir melihat trend peningkatan masalah lingkungan. Diperlukan cara pandang lain selain sains, misalnya pendekatan spiritual dan local wisdom dalam menghadapi masalah lingkungan sebagai ruang hidup bersama”, ujar Muhammad Ikbal yang juga adalah aktivis lingkungan dalam laporan kegiatannya.

Sementara itu, Annangguru KH. Syibli Sahabuddin atau yang karib disapa oleh jamaahnya sebagai Annangguru Syibli yang tampil sebagai nara sumber melalui jejaring on line mengatakan, memelihara lingkungan adalah keniscayaan, sebagai sifat Tuhan yang maha merawat.

“Memelihara lingkungan merupakan sifat Tuhan. Karenanya melestarikan lingkungan merupakan akhlak terpuji yang sepatutnya diamalkan oleh kita semua”, urainya.

Dalam diskusi yang berlangsung selama tiga jam lebih itu terungkap pula bahwa, tantangan masa depan lingkungan hari ini dan ke depan kian besar, “tetapi kita masih bisa bergerak bersama menghadapinya. Nilai-nilai lokal penting dijadikan spirit perjuangan dan bersikap dalam mejaga kesimbangan ekosistem”, beber Direktur Eksekutif Nasional WALHI, Zensi Suhadi yang juga ikut melalui jejaring on line dari Jakarta.

Senada dengan zensi, Muhammad Al Amien Direktur Eksekutif WALHI Sulsel yang mengikutinya dari Makassar mengaku, pentingnya kesadaran bersama untuk membangun kemampuan dan kesadaran spritual secara kontinyu dan bersambung.

“Penting bagi kita bersama, untuk membangun kemampuan dan kesadaran spiritual untuk mewariskan lingkungan yang berkualitas sebagai hak bagi generasi mendatang”, ujar Al Amien.

Kuncinya menurut Annangguru Syibli, “gerakan sadar lingkungan mesti dibangun sebagai kesadaran amal shaleh dan dengan begitu ia menjadi bagian dari ibadah”, tandasnya di ujung jaringan nir kabel itu.


Sumber: Berita Humas Unasman_Abid

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Recent Posts

Kebudayaan Bukan Milik Pemerintah

SETELAH membaca berulang-ulang selama berhari-hari, kesalahan paling mendasar dalam rancangan perda ini adalah cara pandangnya…

6 jam ago

Ketua DPRD Mamuju Tengah Pimpin Apel Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Gelar Zoom Bersama Presiden Prabowo

MATENG, Tayang9.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mamuju Tengah menggelar apel peringatan Hari Lingkungan…

13 jam ago

Puskesmas Sendana I Peringati Hari Lanjut Usia Nasional, Ini Rangkaian Kegiatannya!!

Majene, Tayang9 – Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), PKM Sendana 1 menggelar…

1 hari ago

Kekacauan Norma dan Tumpang Tindih Kewenangan

SELAIN memperlihatkan kecenderungan birokratisasi kebudayaan, Ranperda Pemajuan Kebudayaan Sulawesi Barat yang kini sedang dibahas juga…

1 hari ago

Wattu Timor di Pamboang: Wajah Pamboang Pura Para’bue

"Bukan sekadar lagu, tetapi arsip ingatan kolektif masyarakat pesisir yang tersimpan dalam nada, bahasa, dan…

2 hari ago

Pemkab Mamuju Tengah Gandeng BBLSDM Komdigi Makassar, Perkuat Kompetensi Digital ASN dan Masyarakat

Mateng, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah mengambil langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital melalui…

2 hari ago