JAKARTA,Tayang9—Kepala Biro SDM Kemenag RI, Muhammad Zain, tekankan pentingnya transformasi digital, kecepatan kerja, dan penguatan sistem merit dalam pengelolaan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Pembinaan Pegawai Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bertajuk “Beragama, Berdaya, dan Berdampak,” berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Dalam pemaparannya, Muhammad Zain mengajak seluruh pegawai untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat di era revolusi industri hingga Society 5.0.
Menurutnya, perkembangan teknologi dari telepon seluler generasi awal hingga smartphone modern menjadi gambaran nyata bagaimana perubahan tidak bisa dihindari.
“Pegawai yang masih bertahan dengan pola kerja manual akan semakin tertinggal. Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” ujarnya.
Menurut Zain, seluruh layanan publik pada akhirnya mengarah ke sistem digital yang mampu memberikan akses tanpa batas ruang dan waktu.
“Karena itu, ASN dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan adaptasi dalam kecepatan bekerja,” imbuh Zain.
Zain mengaitkan hal tersebut dengan sejarah peradaban Islam dari Jazirah Arab hingga Eropa, termasuk Spanyol yang meninggalkan jejak arsitektur tapal kuda (horseshoe arch) di ornamen masjid.
“Tapal kuda itu bukan hanya elemen ikonik dalam arsitektur Islam, tapi simbol kecepatan dan percepatan kemajuan peradaban,” sambungnya.
Menurutnya, kemampuan bertindak cepat juga berefek pada manajemen talenta dalam birokrasi modern. Ia mengatakan Kemenag saat ini tengah memperkuat penerapan sistem merit sebagai fondasi utama pengembangan karier ASN.
“Promosi dan pengisian jabatan tidak lagi didasarkan pada kedekatan personal, melainkan pada kompetensi, kinerja, integritas, dan rekam jejak,” tegasnya.
Zain mengutip W. Edwards Deming “A bad system will beat a good person every time” sistem yang buruk bisa mengalahkan (menjatuhkan) orang baik setiap saat. Sistem yang buruk sering kali membuat individu yang baik turut menerima dampak negatif.
“Sebab itu, transformasi digital, percepatan kinerja, dan penerapan meritokrasi menjadi agenda penting Kemenag RI dalam membangun ASN yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya***
Mateng, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah mengambil langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital melalui…
Majene, Tayang9 - Ketua Karang Taruna Kelurahan Mosso, Irwan apresiasi kinerja Kepala Puskesmas (Kapus) Sendana…
SEBELUM saya menguraikan kritik terhadap Rancangan Peraturan Daerah Sulawesi Barat (Sulbar) tentang Pemajuan Kebudayaan ini,…
MATENG, Tayang9.com – Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Mamuju Tengah masa bakti…
PIALA Dunia 2026 tinggal menghitung hari. Di berbagai sudut kampung, lorong, desa, hingga perkotaan, suasana…
JAKARTA, Tayang9 — Keberagaman menjadi fondasi lahirnya semboyan bangsa—Bhinneka Tunggal Ika—hingga kini tetap relevan dalam…