MATENG, TAYANG9 – Mengusung tema “Akselerasi Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi, Pertanian, dan Penguatan Kualitas SDM yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”, Musrenbang hari ketiga tingkat kecamatan digelar di Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah.
Forum perencanaan pembangunan tersebut dihadiri Wakil Bupati Mamuju Tengah Askary Anwar, Sekretaris Daerah Lita Febriani, serta Ketua DPRD Mamuju Tengah Hj. Nirmalasari Aras bersama anggota DPRD perwakilan Dapil Budong-Budong dan Pangale.
Wakil Bupati Askary Anwar menegaskan bahwa Musrenbang Kecamatan Pangale harus mampu melahirkan program-program prioritas yang tepat sasaran, khususnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang ketat.
Sebagai wilayah paling selatan Kabupaten Mamuju Tengah, Kecamatan Pangale menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar. Sekitar 50 persen produksi padi kabupaten berasal dari wilayah ini. Selain itu, Pangale juga memiliki komoditas unggulan lain seperti jagung, peternakan unggas dan sapi, kakao, serta kelapa sawit yang kian menjanjikan, menjadikannya sebagai salah satu denyut utama ekonomi agraris daerah.
Ketua DPRD Mamuju Tengah, Hj. Nirmalasari Aras, menekankan bahwa potensi tersebut merupakan modal emas untuk mendorong transformasi ekonomi berbasis hilirisasi pertanian.
“Potensi yang ada di Pangale ini adalah modal emas untuk transformasi berbasis hilirisasi pertanian. Kita olah hasil bumi menjadi nilai tambah yang lebih tinggi, sambil memperkuat kualitas SDM lokal agar kompetitif dan berkelanjutan,” tegas Nirmalasari.
Namun demikian, ia juga tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi, seperti kerusakan infrastruktur usaha tani, keterbatasan jaringan irigasi, serta akses pasar yang belum optimal.
“Musrenbang ini menjadi momentum krusial. Kita harus memprioritaskan hilirisasi padi, pengembangan peternakan modern, serta pelatihan SDM agraris,” ujar Bunda, sapaan akrab Ketua DPRD.
DPRD Mamuju Tengah, lanjut Nirmalasari, berkomitmen penuh untuk mendukung aspirasi masyarakat Pangale melalui penganggaran yang tepat dan pengawasan yang ketat.
“Setiap usulan dari permata selatan Bumi Lalla Tassisara ini menjadi perhatian dan prioritas kami. Dengan semangat gotong royong, kita wujudkan Pangale sebagai lumbung pangan Sulawesi Barat yang mandiri,” pungkasnya.
POLMAN, TAYANG9 — Kegiatan pra-TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1402/Polman resmi berakhir, Senin…
POLMAN, TAYANG9 – Kapolres Polewali Mandar menyampaikan ucapan Selamat Hari Pers Nasional (HPN) kepada seluruh…
MATENG, TAYANG9 - Pemerintah Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)…
POLMAN, TAYANG9 – Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, dijadwalkan memimpin upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun…
POLMAN, TAYANG9 – Aktivitas gotong royong terlihat di Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar,…
MATENG, TAYANG9 — Dinas Sosial (Dinsos) Mamuju Tengah memberikan tanggapan terkait permasalahan BPJS Kesehatan, khususnya…